Lebih dari 200 juta tahun lalu, lapisan keras sedimen laut yang berasal dari laut purba membentuk apa yang kemudian menjadi Eropa Selatan yang terlihat sekarang ini. Wilayah ini dipenuhi segudang fosil yang berasal dari kehidupan laut. Timbunan bantuan karbonat ini tak tersentuh selama hampir 150 juta tahun.

Sekitar 150 juta tahun lalu dikisahkan Benua Afrika menabrak Benua Eropa, mendeformasi kerak bumi dan mendorong ke permukaan sedimen laut. Angin, air dan erosi kemudian memahat timbunan tersebut lalu membentuk puncak-puncak gunung, dinding-dinding vertikal, jurang dan lembah-lembah yang curam di wilayah yang kita kenal sekarang ini sebagai Pegunungan Alpen.

Pegunungan Alpen memiliki keindahan alam yang memesona, di antaranya wilayah di sebelah utara Italia, di mana batu-batu karangnya berwarna rona merah jambu. Mineral yang memberi warna pada bebatuan tersebut sehingga wilayah itu dikenal dengan sebutan Pegunungan Pucat, adalah kalsium magnesium karbonat, yang merupakan batuan sedimen yang disebut dolomit.

Mineral batu-batu karang warna rona merah jambu merupakan salah satu mineral yang memberi keindahan dari Pegunungan Alpen wilayah Utara Italia.

Dolomit berwarna putih keabu-abuan atau kebiru-biruan dengan kekerasan lebih lunak dari batu gamping, yaitu berkisar antara 3,50 – 4,00, bersifat pejal, berat jenis antara 2,80 – 2,90, berbutir halus hingga kasar dan mempunyai sifat mudah menyerap air serta mudah dihancurkan. Klasifikasi dolomit dalam perdagangan mineral industri didasarkan atas kandungan unsur magnesium, Mg (kimia), mineral dolomit (mineralogi) dan unsur kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Kandungan unsur magnesium ini menentukan nama dolomit tersebut. Misalnya, batugamping mengandung ± 10 % MgCO3 disebut batugamping dolomitan, sedangkan bila mengandung 19 % MgCO3 disebut dolomit.

Ahli geologi Perancis, Deodat Gratet de Dolomieu.

Batuan itu pertama kali dianalisis oleh ahli geologi Perancis, Deodat Gratet de Dolomieu pada tahun 1791. Mineral ataupun gunungnya kemudian hari diberi nama sesuai dengan nama belakang ahli geologi ini. Selanjutnya menurut Situs GeoWeek sebagaimana dilansir Kompas, menyebut Dolomit memiliki 18 puncak yang tingginya lebih dari 3000 meter, melingkupi 142.000 hektar area di sepanjang perbatasan Austria.

Dolomit yang terletak di jantung pegunungan Alpen Italia, merupakan salah satu obyek wisata utama dan juga merupakan tempat yang populer untuk berolahraga. Salah satu olahraga yang cukup dikenal di tempat ini adalah olahrag mendaki gunung, memanjat tebing dan ski. Tahun 2009 dolomit diakui sebagai Situs Warisan Dunia.

Sumber : GeoWeek Kompas.