Mati lampu itulah kalimat yang sering sehat dengan reiki dengar lewat pembicaraan teman-teman di kantor akhir-akhir ini.  Kondisi mati lampu pula yang sehat dengan reiki alami di rumah dua hari lalu, maka postingan artikel ini pun jadi tersendat diselesaikan. Lilin pun dinyalakan untuk penerangan rumah menggantikan lampu listrik yang mati sejak Magrib. Mati lampu telah membuat aktivitas manusia modern yang menggantungkan hidupnya dengan listrik jadi mandul. Listrik sebagai hasil budi daya manusia modern pun ternyata kehadirannya sangat membantu namun jika mati lampu listrik di malam hari alam akan gelap gulita.

Dengan mati lampu di malam hari maka hanya keheningan malam saja dapat kita nikmati khususnya di daerah pedesaan dan pegunungan. Syukur kalau mati lampu di malam hari terjadi pas saatnya bulan purnama penuh malam ke-15. Pemandangan jadi indah dan kita bisa melihat kunang-kunang  berterbangan di antara tanaman padi di sawah dan kilauan cahaya rembulan menjadi saksi kesahduan umat manusia melewatkan istirahat malamnya.

Mati lampu menjadikan kita berandai-andai tentang kehidupan jaman dulu sebelum listrik diketemukan. Boleh saja pikiran kita melayang jauh mundur masuk ke jaman Majapahit atau Demak bahkan Pajang. Tentu saja masyarakat di jaman itu telah menggunakan pelita sebagai alat penerangan bahkan obor pun menjadi saksi penerangan di malam hari tatkala sang surya telah tenggelam. Bumi jadi gelap gulita. Minyak jarak atau minyak kelapa dari hasil parutan buah kelapa bahkan kayu bakar dimanfaatkan untuk penerangan di malam hari. Teknologi pembuatan minyak masih sangat sederhana tapi toh masyarakat jaman itu telah mampu membuat minyak sebagai penerangan.

Lalu pikiran kita membayangkan kejadian di zaman Kerajaan Majapahit ketika penerangan listrik belum ada.  Saat kita datang ke situs Peninggalan Kerajaan Majapahit di Trowulan pikiran kita bisa melayang mundur ke jaman itu kendatipun tubuh dan jiwa kita saat ini tengah berada di bekas reruntuhan keraton itu. Atau saat kita sedang berada di pelataran Candi Borobudur di hari Minggu yang cerah pikiran kita pun bisa melayang jauh ke masa lalu membayangkan tengah bergabung dengan rakyat dari Dinasti Syailendra yang saat itu sedang bekerja membangun Candi Agung ini.

Mengapa pikiran kita bisa mundur ke masa lalu dan membayangkan kejadian masa lalu sekalipun kita belum dilahirkan di bumi ini? Boleh jadi itulah peranan energi dari pikiran kita. Dalam belajar Reiki memang hal itu dimungkinkan terjadi. Mengingat salah satu sifat reiki yaitu reiki tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Reiki dapat kita kirimkan ke suatu tempat yang sangat jauh dan reiki bekerja di waktu akan datang dalam kehidupan pasien atau ke suatu tempat yang pernah dipakai manusia di masa lalu yang menimbulkan traumatis psikologis berkepanjangan.

Traumatis psikologis yang dialami oleh si penderita di masa lalu bisa disembuhkan oleh reiki atas izin Allah SWT. Misalnya korban bencana Tsunami Aceh atau korban gempa bumi di belahan bumi mana pun. Atau korban banjir bandang di suatu tempat sehingga menyengsarakan penduduk yang kebanjiran. Akibat pengalaman traumatis ini yang bersangkutan menjadi kehilangan pegangan dalam hidup ini dan rasanya hidup penuh ketidakpastian dan kesengsaraan. Dengan memprogam penyaluran reiki ke masa lalu ketika peristiwa traumatis tadi tengah terjadi kepada si penderita, trauma yang timbul dari peristiwa di masa lalu dapat dihilangkan.

Penyaluran energi reiki tersebut dapat membuat alam bawah sadar yang bersangkutan terbongkar dan hal-hal yang membuat dampak traumatis yang tersimpan di alam bawah sadarnya akan hilang dan menggantinya dengan energi positip penuh kebahagiaan, kehangatan dan kasih sayang sehingga peristiwa memilukan tadi akan hilang dari ingatan. Memang dengan pemrogaman reiki seperti ini sangat baik dilakukan oleh seorang dokter psikiater atau pun praktisi reiki yang telah menguasai pemograman energi jarak jauh dan perbedaan waktu.

Reiki dapat bekerja seperti bekerjanya pikiran orang ( cipta ). Oleh sebab itu pikiran manusia dapat mengembara kemana saja ia suka tanpa mengenal ruang dan waktu. Ia bebas mengembara ke masa lalu sekali pun belum pernah mengalami hidup di masa lalu. Pun sebaliknya pikiran kita dapat membayangkan kejadian di masa yang akan datang. Saat pikiran kita membayangkan seseorang di suatu tempat yang jauh saat itu juga pikiran kita itu sampai kepada orang di lokasi tadi. Itulah kiranya yang dipakai reiki untuk sampai kepada orang di tempat yang jauh sekalipun dia belum pernah berkunjung ke sana secara phisik tetapi secara bhatin dan pikiran ia telah sampai ke sana.

Pikiran manusia adalah energi yang bersumber dari roh atau jiwa manusia. Itulah sebabnya pikiran manusia yang hakekatnya adalah energi dapat bekerja tanpa mengenal jarak dan waktu. Demikian pula reiki yang juga adalah energi alam semesta dapat bekerja ala pikiran manusia dapat leluasa menembus apa pun tanpa ada yang bisa menghalangi. Termasuk di sini melampaui jarak dan waktu yang berbeda antar satu tempat dengan tempat lain di belahan bumi ini.

Mari kita lihat dari sudut pandang ilmu fisika. Tentu sahabat sehat bersama reiki ketika duduk di bangku sekolah dulu pernah mengenal terori realitivitas Albert Einstein. Tahun 1916 Albert Einstein menerangkan bahwa ruang tidak bersifat tiga dimensi dan waktu bukanlah sebuah entitas yang terpisah. Menurut ilmuwan ini, ruang dan dan waktu merupakan aspek-aspek yang berbeda dari sesuatu yang sama. Ruang dan waktu berisi sebuah kontinum empat dimensi di mana tidak ada aliran waktu universal sebagaimana pandangan alam semesta dari Newtonian.

Masih menurut ilmuwan ini, semua pengukuran yang melibatkan ruang dan waktu tidaklah absolut. Dalam teori relativitas umum yang dikembangkan oleh Albert Einstein, konsep ruang klasik sebagai panggung tempat berlangsungnya peristiwa fisik tidak dipakai lagi. Ruang dan waktu menjadi elemen-elemen bahasa yang digunakan semua pengamat dalam mendiskripsikan alam semesta. Teori hipotesis Albert Einstein bahwa ruang tidak bersifat euclidean tetapi melengkung. Dengan demikian struktur ruang dan waktu memiliki sifat geometris atau lekukan yang tampak dengan sendirinya dalam fenomena gravitasi. ( Talbot, Michel dalam buku Mistisme dan Fisika Baru 2002 : halaman 99-100 ).

Yuk daripada Anda bingung-bingung memikirkan teori relitivitas Albert Einstein dan ingin segera merasakan efek dari reiki jarak jauh untuk kebugaran dan kesehatan Anda, mari sehat dengan reiki bimbing Anda untuk menerima reiki apa adanya setiap malam untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Setelah Anda dapat merasakan reiki setiap malam berarti reiki sesuai dengan teori relativitas Albert Einstein dan boleh jadi peranan Fisika Quantum ikut berperan dalam pemrogaman pengiriman energi jarak jauh menyangkut waktu yang sudah dan yang akan datang.

Sumber : Ilmu Fisika dan berbagai bahan pelatihan Reiki dan Praktek Reiki ( diedit ).