Anak-anak dan remaja jaman sekarang cenderung kurang tidur gara-gara kecanduan internet, game online atau barang-barang elektronik di sekitar mereka. Survey yang dilakukan The Sleep Council sebuah lembaga kesehatan tidur di Inggris, terhadap 1000 responden berusia 12 – 16 tahun pada Agustus 2007 mendapati 30% ABG cuma tidur 4 – 7 jam sehari. Idealnya anak seusia mereka harus tidur selama 8 jam sehari.

Para ABG kurang tidur ini karena sibuk bermain barang-barang elektronik milik mereka. Banyak remaja yang disurvei mengaku punya ponsel, stereo set, video games, televisi dan laptop yang terhubung dengan internet tersimpan di kamar mereka. Bahkan satu dari lima remaja pria selalu tidur dalam keadaan televisi dan komputer masih menyala.

Sebanyak 40 % remaja kebanyakan putri berusia 15 – 16 tahun mengaku selalu merasa lelah gara-gara kurang tidur. Tidur asal-asalan karena lelah ini diistilahkan dalam tulisan Mind, Body and Soul 3 sebagai junk sleep dikhawatirkan dapat mengganggu fungsi fisik dan mental mereka. Tidur berkualitas sama nilainya dengan makan berkualitas.

Kurang tidur karena kecanduan alat elektronik di jaman digital ini dapat menjadi penyebab berbagai penyakit, mulai gangguan kelenjar tiroid sampai depressi. Bahkan berdasarkan penelitian terbaru, ternyata berhubungan dengan masalah kegemukan. Hal ini boleh jadi di malam hari sambil beraktivitas dengan perangkat elektronik ini, remaja selalu ngemil untuk mengisi waktu malamnya ini.

Orang yang kurang tidur berisiko pendek umur. Tak ubahnya mobil taksi atau bus umum pada tingkat umur yang sama, tak lebih segar dari kendaraan pribadi. Tubuh yang digenjot seperti mobil taksi, umumnya sudah remuk sebelum ajal. Dampak kurang tidur dalam jangka pendek adalah menurunkan prestasi kerja atau studi. Selain badan kurang bugar, selera makan menurun, libido meningkat, orang gampang tersinggung dan lekas marah.

Sumber : BBC.