Karena sering lek-lekan alias begadang di emperan toko sambil menikmati hik angkingan di malam hari, seorang sahabat di Solo mengirim e-mail kepada sehat dengan reiki, memberitahukan bahwa subuh tadi pagi terserang masuk angin dan minta direiki jarak jauh segera. Sahabat ini mengatakan bahwa kebiasaan tidur malam inilah yang menjadi pemicu sakit masuk angin dan memang hobi nongkrong di angkringan ini sudah dilakoni sejak muda dulu. Itu lah gaya wong Solo serba santai mengutarakan keluhannya sekalipun dia sedang sakit.

Tak apalah saya hanya berpesan mumpung belum sakit benar lebih baik dicegah daripada sakit beneran yang nantinya akan menguras kantong jika sudah masuk rumah sakit. Saya tidak sedang menakuti-nakuti sahabat saya ini kawan, sekedar mengingatkan bahwa saat ini sedang musim hujan. Udara di siang hari yang semula cerah bisa seketika berubah drastis menjadi mendung kelabu dan akhirnya menumpahkan air hujan kemana-mana.

Musim hujan identik dengan banyaknya penyakit yang mengancam kesehatan di lingkungan sekitar. Penyakit yang biasanya menyerang di musim hujan seperti penyakit batuk pilek, asma akut, bahkan gangguan pernafasan bisa dialami siapa saja baik anak-anak atau orang dewasa. “Dua hari lalu aku pergi berobat ke dokter dan tenggorokanku masih serak serasa terbakar dan batuknya ini lho tak mau hilang,” keluh nya masih menceritakan gejala penyakitnya lewat e-mail layaknya dia sedang menulis sebuah novel. Novel yang bercerita penyesalan kenapa saat usia merambat naik, kondisi kesehatan naik turun seperti tegangan listrik yang tidak stabil.

Sambil menceritakan penyakitnya lewat email balasan, saya menyarankan untuk sementara waktu istirahat dulu dari kegiatan begadang alias menikmati angkringan hik setiap malam. Saya buka referensi buku kesehatan tentang penyakit ringan seperti masuk angin itu. Dalam buku itu ditulis bahwa banyak orang mudah jatuh sakit pada musim hujan seperti sekarang ini. Akibat perubahan cuaca yang drastis, kelembaban yang relatif tinggi, angin kencang bertiup, fluktuasi suhu yang drastis antara siang dan malam, memaksa tubuh terus beradaptasi secara keras dengan lingkungan tempat tinggal.

Lebih fatal lagi di musim hujan pun berisiko menjangkitkan penyakit pada anak-anak. Pertahanan tubuh anak cenderung lebih lemah dibanding orang dewasa, jadi peluang mereka untuk terjangkit penyakit seperti flu dan batuk lebih besar. Bagaimana tubuh menghadapi berbagai gangguan ketika musim hujan tiba? Bagaimana pula tubuh manusia menghadapi serangan penyakit dari luar ada hubungannya dengan sistem imun tubuh?

Jelas bahwa fungsi utama dari sistem imun tubuh adalah pertahanan, yaitu menangkal bahan yang berbahaya agar tubuh tidak sakit. Jadi, apabila sistem imun tubuh sedang terganggu dan tidak bekerja dengan baik, maka seseorang dengan mudah akan terserang penyakit. Lihatlah saat ini di Jakarta sudah banyak penderita DBD yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit. Tentunya pengobatan ini memerlukan waktu lama untuk menormalkan kembali metabolisme tubuh agar kembali bekerja dengan baik sehingga pasien cepat sembuh.

Sistem imun tubuh sendiri terdiri dari berbagai komponen. Semua komponen tersebut akan bekerja secara serentak ketika tubuh mendapat serangan dari luar maupun dari dalam tubuh. Sistem imun akan menghalau penyakit yang mengganggu tubuh. Selanjutnya sistem imun tubuh berkembang sesuai dengan perkembangan tubuh. Di mulai ketika bayi, manusia mendapatkan sistem imunnya ketika mulai mengkonsumsi ASI.

Pada waktu bayi umumnya sistem imun tubuh belum banyak berkembang, beberapa komponen belum dapat berfungsi secara optimal. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi, sistem imun tubuh pun berkembang sehingga dapat berfungsi dengan baik. Tetapi ketika memasuki usia tua, sistem imun tubuh mengalami penurunan fungsi. Oleh karena itu, anak-anak dan orang tua lanjut usia lebih mudah terserang penyakit.

Pada dasarnya orang dengan kondisi sistem imun yang prima tidak akan mudah terserang penyakit dan infeksi. Akan tetapi dalam kondisi tertentu, sistem imun akan terganggu dan tidak bekerja dengan baik sehingga infeksi virus, jamur dan bakteri lebih mudah menyerang tubuh. Banyak faktor yang dapat mengakibatkan sistem imun tubuh terganggu, di antaranya adalah stress, kurang gizi, kurang istirahat dan terlalu lelah.

Karenanya untuk mengatasi perlu penanganan pola hidup sehat dan dianjurkan untuk mengkonsumsi penguat sistem imun tubuh. “Wah kalau saya sendiri sudah tidak lagi mengkonsumsi suplemen penguat sistem tubuh,” celetuk salah seorang sahabat sehat berkat reiki di kantor beberapa hari lalu yang saat ini sedang getol-getolnya belajar Yoga dan Meditasi. “Cukup dengan gerakan Yoga yang lentur dan menerapkan pola hidup sehat tidak gampang stress, saya jalani saja hidup ini apa adanya,” tambahnya.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kalimat tersebut sangat sesuai dengan kondisi tubuh menghadapi musim hujan sekarang ini. Untuk mencegah penyakit yang bertebaran sebaiknya persiapkan payung sebelum hujan dengan cara sehat berkat reiki, di antaranya pertama, menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi dan bergizi seimbang. Kedua, membiasakan diri untuk hidup bersih. Ketiga, tidak mengkonsumsi makanan dan minuman di sembarang tempat. Keempat, melakukan olahraga secara teratur. Kelima, istirahat tidur cukup agar tubuh kembali segar ketika beraktivitas esok harinya. Keenam, kalau mau belajar mempraktekkan Reiki dalam kehidupan sehari hari masih terbuka kesempatan untuk mempelajarinya.

Banyak kesaksian telah diungkapkan praktisi Reiki baik lewat forum, milis dan temu darat bagaimana dia memperoleh kebugaran dan kesehatan ala Reiki.
Nah sahabat sehat dengan reiki, anda akan memilih cara apa agar selalu sehat setiap harinya? Banyak pilihan disodorkan kepada Anda semua dan pilih yang tepat atau bisa semuanya dipilih asal konsekuen melaksanakan apa yang telah menjadi pilihannya. Selamat menjalani hidup sehat ya?