Postingan yang lalu sehat dengan reiki menulis tentang menyeimbangkan chakra utama dalam tubuh energi. Sekarang langkah apa lagi setelah semua chakra utama diseimbangkan, apakah perlu latihan yang menguras tenaga layaknya kita ini atlet olahraga yang hendak bertanding di event olahraga tingkat nasional? Tidak sahabat…yang perlu kita lakukan adalah grounding yang maknanya terhubung ke bumi agar semua energi negative penyakit yang ada dalam tubuh dibuang ke dalam bumi lewat meditasi grounding.

Belajar dan mempraktekkan reiki yang perlu diketahui adalah adanya chakra yang ada dalam tubuh eterik atau tubuh energi diri kita sendiri. Chakra-chakra utama terhubung nadi utama yang disebut shusumna yang terletak di belakang dan sejajar dengan tulang belakang. Ketujuh chakra utama saling berhubungan melalui nadi shusumna, saling berpengaruh dan interaktif. Keseimbangan chakra utama ini harus dijaga melalui meditasi grounding.

Saat mulai meditasi grounding dalam keadaan rilek dan gelombang otak masuk theta stage berikan affirmasi dengan pelan agar tertangkap alam bawah sadar kita yang inti affirmasi antara lain, “Semua chakra utama dan chakra lainnya berfungsi optimal, dibersihkan inti chakra utama sekaligus diratakan kelopak-kelopaknya, dibuka lebar untuk masuk dan keluar energi dan menjadi mekar sensitif seimbang chakra satu dengan lainnya”. Bila semua chakra utama berfungsi dengan baik maka aura sebagai subsistem dari sistem energi manusia akan memancar cemerlang.

Perlu diketahui bahwa aura adalah medan energi yang mengeluarkan gelombang-gelombang elektromagnetik (elektromagnetic waves). Aura yang mengelilingi tubuh kita merupakan medan warna. Artinya medan energi tadi berwarna-warni dengan warna tertentu yang dominan atau utama. Aura seperti halnya sidik jari sangat unik bagi masing-masing orang. Ukuran cemerlang tidaknya aura tergantung derajad kesehatan jasmaniah, mental emosional dan spiritual dari orang bersangkutan.

Peranan chakra dan kaitannya dengan organ-organ tubuh manusia menurut Kumar (2004:16) memiliki fungsi tersendiri terhadap diri kita selain kaitannya dengan kelenjar-kelenjar tubuh dan sistem saraf. Chakra mahkota menghubungkan kita dengan diri spiritual (spiritual self). Adapun chakra mata ketiga merupakan pusat intuisi dan kebijaksanaan dan terkait dengan sistem saraf dan hypothalamus.

Chakra tenggorokan merupakan pusat ekspresi diri (self expression) dan komunikasi, terkait dengan tenggorokan dan paru-paru. Chakra jantung merupakan pusat cinta kasih sayang (compassion) terkait organ jantung, paru-paru, hati dan sistem sirkulasi (circulatory system). Sedangkan chakra solar plexus merupakan tempat kedudukan daya (power) dan emosi berhubungan dengan organ perut, hati dan gall bladder (Kumar, 2007:17).

Masuk chakra sex atau chakra sacral merupakan pusat bagi energi seksual, perasaan-perasaan (feelings) dan emosi-emosi (emotions) berhubungan dengan genads,testicles dan ovaries. Chakra dasar merupakan tempat kedudukan energi kundalini terkait dengan dasar dari tulang belakang dan berhubungan dengan kelenjar-kelenjar suprarenal (Kumar:2004:17).

Apabila seseorang yang sudah belajar reiki level 2 diharapkan kundalininya sudah bangkit dari tidur panjangnya dan siap merayap sepanjang tulang sumsum belakang sepanjang jalur shusumna. Dengan kebangkitan kundalini maka energi yang tersalur merupakan gabungan energi kundalini dan reiki. Gabungan kedua energi tadi sangat bagus untuk melawan serangan penyakit yang menyerang tubuh.

Sehat berkat reiki sendiri pun ketika melakukan distance healing lebih senang menggabungkan kedua energi kundalini dan reiki sekaligus sehingga hasil yang dicapai lebih maksimal. Penggabungan kedua energi ini tanpa simbol reiki dan energi langsung bekerja begitu affirmasi diucapkan. Mengingat energi reiki dan kundalini bekerja berdasarkan niat yang diiringi affirmasi praktisinya, maka saat itu juga energi reiki dan kundalini akan bekerja mengalir dan tinggal kita menyalurkannya ke orang lain atau diri sendiri. Sangat mudah dipraktekkan tanpa simbol reiki tradisi Reiki Kundalini ini.