Salah seorang dokter ahli penyakit dalam di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara yang sering siaran di Radio Sonora mengakui bahwa bekerja sebagai tenaga medis di rumah sakit kemungkinan tertular virus penyakit sangat mungkin. Bersama tenaga medis seperti perawat juga pekerja rumah sakit Pak Dokter ini memberikan kiat agar tetap sehat dengan mengkonsumsi supleman dan vitamin.

Namun tidak demikian halnya sehat dengan reiki, sejak belajar reiki dan mempraktekkannya, kebutuhan akan suplement dibatasi dan tidak mengkonsumsi apabila tidak perlu. Melalui hidup sehat ala reiki saja kita mengatur pola hidup agar tetap sehat bugar setiap harinya. Ditambah kegiatan olahraga setiap harinya dan menghindari stress merupakan kiat sehat praktisi reiki.

Sebagai praktisi reiki kita pun sadar bahwa praktisi reiki bukan manusia super yang sakti dan kebal akan penyakit. Peluang sakit tetap ada manakala kita jarang melakukan self healing, grounding, healing kepada orang lain bahkan gaya hidup yang serampangan dengan melupakan nasihat dokter untuk hidup sehat. Karena itu menjaga kesehatan tubuh sangat dianjurkan baik oleh pakar medis kedokteran atau pun terapis alternatif termasuk di sini tradisi reiki.

Kembali ke masalah pekerja rumah sakit yang kemungkinan tertular penyakit manakala tubuh tidak sedang fit menjadi bahasan talk show Radio Sonora pagi tadi lewat streaming internet. Pertanyaan dari pendengar semuanya merujuk kepada salah satu merek suplement penyehat tubuh yang harus dikonsumsi setiap orang agar tetap sehat. Mohon dimaklumi bahwa produsen suplement ini sudah membeli kapling siaran untuk mempromosikan produknya. Jadi sepanjang talkshow berlangsung, merk suplement ini terus disebut dan disebut sebagai suplemen atasi gangguan penyakit.

Namun sehat dengan reiki tetap menyimak acara ini sampai selesai dan menyimpulkan bahwa kebutuhan suplement bagi orang sehat itu perlu. Lantas apakah suplement itu cocok untuk setiap orang? Untuk satu orang saja mungkin cocok tapi tidak dengan orang lain? Lantas bagaimana solusinya? Ada baiknya setelah mempraktekkan reiki silakan pemakaian obat dokter diteruskan dan jangan dihentikan sampai mendapatkan kesembuhan total.

Diberikan penjelasan oleh Pak Dokter agar sebelum mengkonsumsi suplement tadi berkonsultasi lebih dulu dengan ahli gizi juga dokter yang tengah merawatnya bila dirasa perlu mengkonsumsi suplement tadi. Nah bagi kita semua praktisi reiki yang sebelum belajar reiki juga pernah sakit dan mendapatkan kesehatan, tubuh setelah mempraktekkan reiki apakah juga alergi untuk kembali mengkonsumsi suplement?

Saya rasa kembali kepada pribadi masing-masing praktisi reiki. Kalau perlu mengkonsumsi silakan konsumsi dan sebelum dikonsumsi berilah reiki kepada obat/suplement itu dengan afirmasi,”Meningkatkan khasiat obat/suplement, menghilangkan efek negatif dari obat ini, meningkatkan khasiat obat dan mempercepat penyembuhan.” Rancang setiap afirmasi agar energi bekerja sesuai dengan kehendak kita dan salurkan reiki ke obat/suplement kurang lebih 5 menit.

“Oh jadi reiki bisa juga yah untuk menghilangkan efek negatif dari pemakaian obat dan menggantinya menjadi efek positif bagi tubuh?” kata teman sahabat bersama reiki yang baru saja menjadi praktisi reiki dan kini sudah merasakan manfaat reiki bagi kesehatan tubuhnya.”Tak ada salahnya praktekkan terus Reiki yang kamu sedang pelajari dan hilangkan keragu-raguan saat menyalurkan Reiki. Berdoa dulu kepada Tuhan sesuai Iman dan Kepercayaan sebelum dan sesudah mempraktekkan Reiki,” pinta saya sambil mengakhiri chatting di internet seraya saya kasih tip…sejak seseorang menjadi praktisi reiki maka dirinya sudah bisa mengakses suplement energi alam semesta untuk kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Secara bertahap konsumsi obat dan suplement dikurangi dan terus mempraktekkan reiki kundalini dengan rajin.