Me-ji-ku-hi-bi-ni-u adalah singkatan warna yang pernah sehat dengan reiki pelajari dari guru ilmu alam tatkala masih duduk di bangku sekolah lanjutan pertama. Waktu belajar ilmu alam itulah Pak Soewarso, guru ilmu alam saya  bercerita bahwa Neil Amstrong sebagai warga dunia telah  menjejakkan kakinya di bulan dengan Pesawat Ulang Alik Apollo 9. Pak Soewarso guru ilmu alam saya memang kocak orangnya. Apalagi saat memberi pelajaran ilmu alam, beliau tiba-tiba malah menerangkan spektrum warna pelangi yang terurai menjadi singkatan warna me-ji-ku-hi-bi-ni-u, daripada menerangkan kelanjutan perjalanan Neil Amstrong di bulan.

Saat menerangkan spektrum warna beliau menyebut warna nila sebagai warna dominan yang begitu kuat dalam diri seorang anak. Anak inilah yang kemudian disebut sebagai fenomena anak indigo. Beliau menerangkan istilah Indigo berasal dari Bahasa Spanyol yang berarti Nila. Warna ini merupakan kombinasi biru dan ungu, diidentifikasi melalui Chakra Tubuh Manusia yang memiliki spektrum warna pelangi, dari merah sampai ungu.

Istilah anak indigo atau indigo children juga merupakan istilah baru yang ditemukan konselor terkemuka di AS, Nancy Ann Tappe. Pertengahan tahun 1970-an Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan arti warna untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku Understanding Your Life Through Colour. Penelitian lanjutan untuk mengelompokkan pola dasar perangai manusia melalui warna aura.

Fenomena anak indigo ada banyak di sekitar kita. Secara waskita kita melihat anak ini tubuhnya dikelilingi oleh cahaya yang menyilaukan mata. Chakra ajnanya sangat aktif terbuka.

Dengan mendapat dukungan Psikiater Dr. Mc Gregor di San Diego University, Nancy membahas warna nila yang muncul kuat hampir 80 persen aura anak-anak yang lahir setelah 1980. Warna itu bisa dilihat dengan Foto Kirlian atau dengan alat generasi baru sejenis seperti Video Aura. Warna nila menempati urutan keenam pada spektrum warna pelangi maupun pada deretan vertikal chakra ( dari bawah ke atas), dalam bahasa Sansekerta disebut Chakra Ajna, yang terletak di dahi di antara dua mata.

Anak-anak indigo adalah anak-anak yang memiliki aura dominan berwarna nila, namun fisiknya sama seperti anak lainnya. Di samping itu anak indigo memiliki ROH YANG SUDA TUA (OLD Soul) sehingga dalam keseharian tidak jarang memperlihatkan sifat orang yang sudah dewasa atau tua. Anak-anak ini memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dari pada kebanyakan orang, mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka.

CIRI-CIRI ANAK INDIGO:

Jan Tobler dalam pengantar buku The Care and Feeding of Indigo Children memberikan klasifikasi 10 ciri Anak Indigo di antaranya:
1. Mereka datang ke dunia dengan rasa ingin berbagi.
2. Mereka menghayati hak keberadaannya di dunia ini dan heran bila ada yang menolaknya.
3. Dirinya bukanlah yang utama, seringkali menyampaikan “siapa jati dirinya” dulu kepada orang tuanya.
4. Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan.
5. Tidak mau/sulit menungu giliran.
6. Mereka kecewa bila menghadapi ritual dan pemikiran kreatif.
7. Seringkali mereka menemukan cara-cara yang lebih tepat, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga menimbulkan kesan “non konformistis” terhadap sistem yang berlaku.
8. Tampak seperti antisosial, terasing kecuali di lingkungannya.
9. Tidak merespon terhadap aturan-aturan kaku/baku.
10. Tidak malu untuk meminta apa yang dibutuhkan.

MENGAPA TERJADI ANAK INDIGO?

Banyak teori yang membahas masalah ini. Yang perlu diamati sesungguhnya apa yang terjadi pada anak indigo, seperti kemampuan INDRA KEENAM/SIXTH SENSE. Kemampuan ini sebenarnya bisa dipelajari dan dikuasai oleh orang awam atau bukan anak indigo, jadi bukan semata-mata karunia Tuhan. Dalam Inti Reiki kemampuan ini dibangkitkan dengan penyelarasan/attunement energi Inti Reiki.

Setelah penyelarasan energi tubuh dengan energi Inti Reiki reaksinya tidak sama. Ada yang bisa langsung melihat cahaya energi atau makhluk halus. Ada juga yang setelah 3 bulan baru bisa melihatnya. Namun tidak jarang juga tidak bisa melihatnya sama sekali. Karena itu tujuan belajar Inti Reiki di sini hanya semata-mata mendapatkan kebugaran sekaligus kesehatan jasmani dan rukhani, bukan untuk belajar melihat hal-hal yang halus.

Kembali ke masalah fenomena anak indigo. Terjadinya peristiwa fenomena anak indigo itu disebabkan karena perbedaan Roh dari orang bersangkutan. Anak Indigo memiliki potensi diri yang sangat besar kalau diarahkan dengan baik. Namun bila tidak diarahkan dengan baik potensi ini bisa jadi menjadi pepatah gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga.

Seandainya Anda mempunyai anak yang mempunyai kemampuan khusus sebagai fenomena anak indigo, anda bisa mengamati keseharian sang anak itu.  Bagaimana pergaulannya dengan sesama anak-anak di lingkungannya. Apakah sering menyendiri dan berbicara kepada seseorang yang kita tidak tahu siapa yang diajak bicara anak kita itu. Lalu anak itu juga sering bertindak aneh salah satunya sering mengajak teman mainnya yang tidak kelihatan di mata kita tetapi hadir bersama anak ini. Kita menjadi semakin heran melihat hal ini. Karena memang kita tidak melihat ada seseorang di sekitar anak itu.

Sumber: Terjemahan Buku Understanding Your Life Through Colour karya Nancy Ann (edited) dan Pelatihan Inti Reiki.

About these ads