Gubernur Tokyo Jepang, Shintaro Ishihara meminta warga Jepang agar tenang saat mengumumkan hasil tes terakhir laboratorium seputar penurunan level radiasi fasilitas air ledeng Tokyo, Senin 04/04/2011. Sementara itu sekretaris kabinet Jepang Yuki Edano mengemukakan Jepang akan mengkaji ulang kebijakan pembangkit listrik tenaga nuklir, menyusul krisis nuklir akibat gempa bumi dan tsunami 11 Maret lalu.

Pemerintah Jepang menghimbau penduduk Tokyo tidak ikut panik dan menghimbau sementara waktu tidak memberikan air ledeng saat membuat susu kepada bayi di bawah usia setahun. Hal ini dilakukan mengingat telah terjadi kontaminasi radiasi pada air ledeng dua kali lipat dari batas ambang batas kesehatan anak.

Mengingat air ledeng untuk konsumsi warga Tokyo sudah tercemar radiasi nuklir, warga Tokyo terpaksa menyerbu pasar swalayan untuk membeli air mineral kemasan. Kepada pers  sekretaris kabinet Yuki Edano mengemukakan, pemerintah ibukota Tokyo akan memenuhi permintaaan warga kota untuk meningkatkan pasokan air kemasan mineral.

Warga Jepang dalam antrian di supermarket untuk membeli kebutuhan air mineral dan sembako paska ledakan PLTN Fukushima yang membuat air ledeng di Tokyo terkontaminasi bahan radioaktif.

Yuki Edano juga menyatakan Jepang akan mengkaji ulang kebijakan pembangkit listrik tenaga nuklirnya. Pemberitaan dari masalah dampak negative bocornya radiasi nuklir PLTN Fukushima juga merembet ke Australia dan Kanada. Kedua negara itu telah mengikuti langkah Amerika Serikat dan Hongkong yang mengumumkan peringatan larangan mengimport produksi makanan dan susu asal Jepang.

Sumber : Reuters/Japan – Water Safety.

Iklan