Pasukan militer Jepang dan Amerika Serikat melakukan misi gabungan untuk menyisir dan membersihkan puing bekas gempa dan tsunami di kota Ishinomaki Jepang, Senin 04/04/2011. Tim gabungan ini sekaligus melakukan pencarian terhadap jenazah korban yang masih tertimbun di tengah reruntuhan bangunan.

Sekitar 50 personil militer dan marinir Amerika Serikat bersama 20 personil pasukan pertahanan diri Jepang, membersihkan puing reruntuhan di kota Ishinomaki, sebuah kota di sebelah timur laut Jepang yang porak poranda di terjang tsunami. Di hari terakhir operasi gabungan ini, mereka bekerja sama dengan membersihkan sekolah dasar yang ada di sekolah tersebut.

Bangunan gedung yang hancur diterjang tsunami di kawasan pantai timur Jepang.

Selain membersihkan puing bangunan dampak tsunami, pasukan bela diri Jepang dan marinir USA juga mengevakuasi korban meninggal yang tertimbun material reruntuhan bangunan.

Sekolah dasar yang digunakan sebagai tempat pengungsian diharapkan dapat kembali difungsikan sebagai tempat belajar agar anak-anak dapat kembali ke sekolah. Dalam operasi intensif yang berlangsung selama 3 hari, tim gabungan menemukan 77 jenazah. Mereka mengerahkan 120 pesawat dan 65 kapal ke 3 prefektur yang paling parah dilanda gempa dan tsunami 11 Maret lalu.

Bencana gempa dan tsunami yang diikuti krisis nuklir telah menimbulkan krisis kemanusiaan terburuk bagi Jepang setelah perang dunia kedua berakhir. Akibat gempa dan tsunami sekitar 350 ribu orang telah kehilangan tempat tinggal di sepanjang kawasan pantai timur Jepang. Kawasan garis pantai sepanjang 250 kilometer yang dihuni penduduk telah hancur diterjang tsunami yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Sumber : AP/Japan – Earthquake.

Iklan