Dua ratus orang lebih korban luka-luka berhasil diangkut oleh sebuah kapal rumah sakit milik pemerintah Turki dari wilayah Misrata Libya, Senin 04/04/2011. Sebelumnya selama empat hari kapal kemanusiaan ini harus menunggu di perairan bebas untuk mendapatkan ijin berlabuh di pelabuhan Misrata yang saat itu dikepung pasukan pemerintah Khadafi.

Dari Misrata kapal sewaan pemerintah Turki yang diubah menjadi kapal rumah sakit itu bergerak ke Benghazi untuk mengangkut sekitar seratus pasien luka-luka yang berasal dari beberapa rumah sakit di wilayah Benghazi. Kantor berita AP sebagaimana dirilis wartakotalive.com menyatakan, di dalam kapal itu seorang pasien bernama Mohammed Muftah (34) bercerita tentang kejadian yang menyebabkan kedua kakinya hancur.

Jumat pekan lalu, katanya, saat ia sedang berada di dalam rumah mendadak terjadi hujan mortir di perkampungannya. Salah satu mortir menghantam rumahnya. Pecahan mortir meremukkan kedua kakinya, juga melukai punggungnya. Banyak tetangganya mengalami nasib lebih parah. “Ada tetanggaku yang kehilangan istri dan tiga anaknya,” kata Muftah.

“Para tentara Kadhafi itu sengaja meneror rakyat.” Di samping Muftah, duduk seorang pasien lainnya bernama Mohammed Ahmed (39). Tangan kanannya dibalut perban tebal. “Kata dokter luka saya sangat parah. Daging terkelupas hingga tulangnya kelihatan,” turut Ahmed.

Luka itu didapatnya saat ia sedang berkumpul bersama teman dan tetangga di luar rumah beberapa hari, datang serangan meriam dari pasukan Kadhafi. Pecahan meriam merobek daging lengan kanannya. Enam rekannya mati seketika.

Kapal rumah sakit Turki tersebut datang untuk menjemput para pasien yang tak mampu lagi bisa dirawat di rumah sakit Misrata. Kapal baru bisa merapat di pelabuhan setelah empat hari menunggu suasana aman di lepas pantai.

Seorang diplomat Turki yang mengatur perjalanan kapal mengatakan para pasien korban perang saudara itu akan menjalani perawatan di Turki. Ditambahkan kapal yang mengemban misi kemanusiaan itu dalam perjalanannya dikawal oleh dua kapal fregat dan sepuluh pesawat tempur F-16 milik angkatan bersenjata Turki.

Dikhabarkan kapal rumah sakit itu harus segera meninggalkan daratan karena banyaknya pengungsi yang ingin keluar dari Libya termasuk sekitar empat ribu orang warga Mesir. Setiap harinya korban tewas dan luka-luka bermunculan akibat perang antara pasukan pemerintah yang loyal kepada Khadafi dan pasukan pemberontak yang anti Khadafi.

Di kedua kota yang bergejolak di Libya baik Misrata dan Benghazi rumah sakit sudah semakin tipis persediaan obat-obatan. Fasilitas pemulihan kesehatan korban pun semakin memprihatinkan. Belum lagi kebutuhan tenaga medis sangat kurang bila dibandingkan dengan jumlah korban luka dan tewas yang terus berdatangan.

Sumber : Reuters/Libya – Turkish Ship carried a wounded.

Iklan