Dua pengunjuk rasa anti pemerintah Yaman tewas dan ratusan lainnya cidera dalam bentrokan dengan aparat keamanan di kota Taiz, sebelah selatan ibukota Saana, Senin 04/04/2011. Korban berjatuhan setelah pasukan keamanan menggunakan peluru tajam dan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa.

Sepuluh orang pengunjuk rasa anti pemerintah Yaman terkena tembakan peluru tajam yang dilontarkan aparat kepolisian dalam bentrokan di kota Taiz. Dua di antara korban tewas tak dapat diselamatkan. Tim dokter yang menangani para korban menyebutkan, ratusan korban cedera lainnya harus menjalani perawatan karena menghirup gas air mata.

Gubernur propinsi Taiz menyangkal adanya korban tewas dalam insiden itu. Ia malah menyebutkan di antara korban terluka terdapat 8 orang tentara. Unjuk rasa anti pemerintah yang dipicu oleh aksi massa di Mesir dan Tunisia sebelumnya, telah mengakibatkan pemerintahan Presiden Ali Abdullah Saleh nyaris jatuh ke ambang kehancuran.

Beberapa pekan terakhir terjadi kekacauan di Yaman saat militer dan polisi melakukan tindak kekerasan pada para demonstran yang menuntut Presiden Ali Abdullah Saleh mundur setelah 32 tahun berkuasa.

Namun presiden yang tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda akan mundur itu malah menghimbau warga untuk menghentikan aksi kekerasan. Partai yang berkuasa juga menyatakan mereka belum menerima proposal rencana transisi dari partai-partai oposisi. Pihak oposisi sendiri mengusulkan agar Presiden Saleh menyerahkan kekuasaaan pada wakil presiden. Sementara itu langkah-langkah pembentukan pemerintahan bersatu nasional dan pemilu sedang dilakukan.

Sumber : Reuters/Yemen in Taiz Violence.

Iklan