Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menuduh Israel melancarkan strategi baru untuk memecah belah negara-negara Arab. Hal itu ditengarai adanya aksi unjuk rasa dan kerusuhan di sejumlah negara Arab beberapa bulan ini mendapat dukungan dari negara Zionis Israel.

Berbicara di depan ribuan pendukungnya di propinsi Kermanshah, Kamis (07/04/2011), Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menuduh Israel melancarkan strategi baru untuk memecah belah negara-negara Arab dan menguasai Timur Tengah. Ahmadinejad mensinyalir Israel memberikan bantuan kepada kelompok oposisi yang  melancarkan aksi unjuk rasa anti pemerintah di sejumlah negara Arab.

Ahmadinejad menambahkan taktik Israel untuk memecah belah Timur Tengah akan mengalami kegagalan dan rezim Zionis akan dikalahkan oleh kekuatan Arab. Runtuhnya rezim Zionis akan terjadi dalam waktu dekat dan tidak satupun negara dapat menyelamatkan rezim tersebut.

Presiden Iran mengatakan kekuatan barat yang dimotori oleh AS tengah berencana memecah belah Timur Tengah, terutama antara Iran dan negara-negara Sunni.

Iran saat ini menghadapi tekanan dari Eropa dan Amerika Serikat untuk menghentikan program pengayaan uraniumnya. Amerika Serikat dan Eropa mencurigai program pengayaan uranium Iran untuk memproduksi senjata nuklir dan bom atom.

Iran menepis kecurigaan tersebut dan menegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai yaitu memproduksi energi listrik. Israel dan Amerika Serikat telah mengancam operasi militer jika upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis nuklir Iran mengalami kegagalan.

Sumber : World/Reuters.