NATO kembali melancarkan serangan udara ke ibukota Libya Tripoli, Jumat 15/04/2011. Serangan udara tersebut menghancurkan berbagai sasaran militer dan rumah warga sipil. Stasiun televisi pemerintah Libya melaporkan serangan udara NATO selain menghancurkan fasilitas militer juga menghancurkan gedung universitas.

Era Baru Net mewartakan, saluran televisi pemerintah Al-Libiya sebelumnya melaporkan ada korban dalam serangan itu. “Tripoli kini menjadi sasaran serangan udara. Ada korban sipil,” kata seorang penyiar televisi itu.

Juru bicara pemerintah Mussa Ibrahim mengatakan kepada Reuters di Tripoli, “Sejumlah warga sipil tewas di sini di Tripoli. Saya tahu ada tiga orang yang berjalan di dekat pos pemeriksaan tewas seketika di daerah selatan Tripoli.” Ibrahim juga mengatakan, dua orang tewas di Sirte, 450 kilometer sebelah timur Tripoli, yang mengisyaratkan bahwa serangan udara juga dilakukan di sana.

Saat berlangsungnya serangan udara Presiden Libya Muammar Khadafi sedang mengendarai mobilnya keliling Tripoli. Ledakan keras terdengar di sebuah hotel yang dihuni oleh wartawan internasional. Pemerintah Libya mengundang para wartawan untuk menyaksikan dampak serangan NATO.

Serangan Udara Pesawat Tempur NATO di Tripoli.

Namun ketika para wartawan hendak mengabadikan sebuah lokasi yang terkena bom, mereka dicegah oleh pejabat setempat dengan dalih lokasi tersebut adalah kawasan perumahan yang tidak boleh dimasuki wartawan. Gempuran pesawat tempur NATO juga merusak sebuah universitas dimana seluruh kaca gedung kampus hancur.

Fasilitas anti pesawat yang berada di atas bukit di daerah Ain Zaza sebelah timur laut Tripoli juga luluh lantak. Sejumlah warga menderita luka-luka akibat ledakan bom. Serangan udara yang dilancarkan pada siang hari menunjukkan bahwa Libya tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan serangan udara NATO.

Sumber : Reuters/Libya – NATO Bombarding Tripoli.