Siapa pun orang tentu mengakui bahwa dengan olahraga kesehatan raga bakal didapat. Aktivitas yang bersifat relaksasi menuju ketenangan jiwa melalui gerakan Tai Chi saat ini sudah banyak dipraktekkan orang sebelum mereka beraktivitas kerja di pagi hari. Tai Chi dipraktekkan dengan bergerak lembut dan tentu saja mengatur napas. Ya inilah seni bela diri dari negeri Tirai Bambu China.

Menurut seorang teman sehat dengan reiki yang mendalami seni bela diri Tai Chi menerangkan, bahwa bela diri ini lahir antara tahun 1300 an dan 1600 an. Siapa yang mengembangkan olahraga ini tidak seorang pun tahu.

Sebagian mengatakan olahraga ini dikembangkan oleh biarawan, sementara lainnya menyatakan Tai Chi lahir dari seorang pensiunan jendral perang pasukan China saat itu. Akhirnya daripada berdebat mereka sepakat bahwa Tai Chi  berakar dari sebuah seni pertarungan pendekar China di jaman keemasan kekaisaran China kala itu.

Gerakan senam Tai Chi untuk penderita diabetes. Latihan ini sangat baik dilakukan pagi hari di pinggir pantai.

Melihat gerakan Tai Chi yang tidak agresip sehat dengan reiki membayangkan gerakan seni bela diri ini layaknya aksi penari Keraton Jogjakarta. Sesekali Sang Guru mendatangi dan membetulkan gerakan silat murid agar tampak rapi dan sempurna. Karena begitu lembutnya gerakan silat ini tak salah kalau sebagian orang menganggapnya sebagai gerakan lembut.

Saking fokusnya kepada pengaturan napas dan kombinasi serangkaian gerak, Tai Chi boleh disebut juga sebagai “meditasi bergerak”. Praktisi Reiki yang tidak bisa melakukan gerakan olahraga beladiri dapat meniru gerakan silat setelah mempraktekkan meditasi gerak pribadi Inti Reiki.

Seni bela diri Tai Chi didasarkan kepada gerakan berat tubuh melalui serangkaian gerakan ringan dan terkontrol mengalir teratur berkesinambungan menjadi satu bahasa tubuh yang panjang dan anggun. Setiap gerakan dinamakan gerakan binatang misalnya gerakan bangau putih membentangkan sayap, mengayun pelangi, kuda liar mengibaskan ekor atau membelakangi awan. Semua gerakan ini terdengar puitis sebagaimana dikatakan Prihatin Wiratna pendiri sekaligus Guru Master Perguruan Silat Awan Putih di Bogor.

Dalam olahraga Tai Chi gerakan badan begitu lembut bagai menari dibarengi mengatur pernapasan.

“Dengan gerakan perlahan akan didapat kekuatan,” ungkap Sang Guru ini. Gerakan-gerakan Tai Chi menggunakan tubuh dan dilakukan perlahan disertai pengaturan napas dan ketenangan di dalam.

Prinsip dasar Tai Chi yang meliputi sung (seluruh tubuh dalam keadaan rileks), wen (pemusatan perasaan), man (bergerak lembut) dan yin (mengatur napas). Gerakan tubuh dalam Tai Chi harus sinkron dengan napas. Setiap awal gerakan diawali tarikan napas lalu diakhiri dengan pelepasan napas.

Gerakan Tai Chi dimaksudkan untuk menyeimbangkan aliran chi di tubuh dan pikiran. Konsep Chi memang merupakan jantung dari Tai Chi. Kondisi rileks sangat penting dalam praktek Tai Chi Cuan. Tubuh dan sendi, otot dan pikiran harus kondisi rileks. Mulai bernapas tenang membuat organ dalam tubuh perlahan-lahan diarahkan semakin rileks. Aplikasi Tai Chi sendiri di samping untuk bela diri juga untuk kesehatan.

Untuk bela diri atau pun kesehatan Tai Chi Cuan difokuskan dalam memperkuat tubuh dengan mengalirkan energi utama ke dalam tubuh. Bila sudah terampil dalam berlatih tubuh akan kuat sehingga bisa kebal baik dalam pengertian fisik maupun kebal dari serangan penyakit.

Jadi Tai Chi bukan saja cara mencapai hidup sehat tetapi juga mencegah dan mengatasi segala jenis penyakit yang akan menyerang tubuh. Biarkan tubuh kita imun dengan sendirinya selama menjadi praktisi Tai Chi Cuan.

Akhirnya sehat dengan reiki memberanikan bertanya kepada sahabat ini, apakah berlatih Tai Chi bisa dilakukan siapa saja? Jelas…Tai Chi bisa dipelajari dan dipraktekkan oleh siapa saja yang ingin hidup sehat juga mampu membela diri dari ancaman orang lain. Tai Chi bisa dipelajari sejak kanak-kanak hingga lansia. Hanya dalam prakteknya mereka yang berusia dewasa saja yang lebih banyak mempraktekkan gerakan Tai Chi.

Sumber tulisan : Mind, Body and Soul (diedit) gambar : Google Images.