Sebenarnya kita makan untuk hidup atau hidup untuk makan. Atau kalau kita salah makan karena kelebihan atau kurang makan tentu akan berakibat buruk yaitu mengundang penyakit. Kalau penyakit telah datang artinya ada yang salah karena makan. Salah makan itu yang bagaimana… apakah menyangkut pola makan? Sehat dengan reiki agak gamang menjawab pertanyaan teman ini. Siang tadi memang ada diskusi seputar pola makan saat istirahat jam kerja kantor. Topiknya menyangkut kolesterol tinggi dan asam urat.

Kalau boleh izinkan saya sehat dengan reiki menjawab pertanyaan rekan sekerja ini. Jujur saja kesalahan pola makan tidak lain merupakan muara dari pola hidup tidak sehat. Misalnya kerja keras berlebihan tidak kenal waktu seperti kita ini. Kita bekerja di mass media televisi yang sarat dengan liputan, siaran, paska produksi menyangkut editing/dubbing narasi dan dead line siaran tentu membutuhkan stamina tinggi untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan kantor.

Dengan ketatnya jadwal kerja menyebabkan jadwal makan siang atau malam molor dari rencana harian ketika jam kerja tengah berlangsung. Dengan tidak memperhatikan asupan makan bahkan selalu mengandalkan suplemen dan vitamin tertentu hasilnya bukannya sehat tapi sakit. Sehat dengan reiki tidak bicara masalah kolesterol dan asam urat. Yang dibicarakan masalah pola makan yang disesuaikan dengan kondisi seseorang ketika sedang menyantap makanan.

Mengutip pernyataan dr. Willian yang mengatakan, “Pola hidup sekarang termasuk pola makan perlu penyesuaian agar tercipta keselarasan,” begitu anjuran dr. William Adi Tedja, TCCM, MA yang bekerja di Klinik Utomo Chinese Medical Center Jakarta Barat. Sinse lulusan Shanghai RRC ini memberi contoh berdasar teori pengobatan China, yaitu orang dulu selalu sarapan setelah bekerja, berolahraga atau kegiatan berkebun atau bekerja di sawah. Jadi saat bekerja perut masih dalam kondisi kosong. Begitu selesai bekerja berat barulah sarapan.

Kebalikan dengan kebiasaan orang zaman sekarang yang langsung sarapan setelah bangun tidur dan mandi pagi. Akibatnya metabolisme tubuh menjadi kacau sehingga makanan pagi bukan menambah energi tetapi dibuang ketika perut merasa murus-murus. Pada jam 5 hingga 7 pagi organ tubuh yang aktip bekerja maksimal adalah usus besar yang bertugas menjalankan pembuangan sisa metabolisme tubuh.

Karena tidak ingin sering pergi ke belakang di pagi hari, banyak orang yang memilih tidak sarapan menjelang berangkat kerja. Lalu saat istirahat kerja di siang hari justru balas dendam dengan makan berat ala pangeran. Seharusnya saat sarapan pagi pola makan sehat ala pangeran perlu dilakukan lebih dulu sebelum bekerja mengingat sumber tenaga dari makanan ini menjadi penunjang aktivitas kerja.

Sarapan di pagi hari gaya makan Sang Pangeran untuk kebutuhan energi saat belajar di sekolah atau bekerja.

Soal makan memang menjadi kebutuhan manusia hidup. Tapi yang menarik lagi adalah soal energi atau chi begitu orang Cina menyebutnya dalam makanan. Perjalanan chi pada tubuh manusia menurut ilmu kedokteran China mengatakan, bahwa garis meridian pada tubuh manusia sejak dulu digunakan para ahli pengobatan Cina sebagai titik-titik akupuntur. Dengan mengetahui titik meridian lebih dulu maka gejala sakit pada organ tertentu di tubuh dapat dideteksi sedini mungkin.

Di titik meridian ini terdapat berbagai aliran chi. Ada chi berputar, berjalan di dalam pembuluh darah dan ada di luar pembuluh darah. Berdasarkan perjalanan chi di titik meridian, ilmu kedokteran Cina membagi organ tubuh manusia menjadi 12 bagian. Kedua belas organ ini dibagi menjadi menjadi dua kelompok besar yaitu organ chang yang berfungsi menyimpan dan organ fu yang berfungsi mengolah dan membuang.

Organ chang terdiri atas limpa, ginjal, paru-paru, jantung, hati dan pericardium atau pelindung jantung. Untuk organ fu terdiri lambung, kandung kemih, usus besar, usus kecil, kandung empedu, tiga pemanas (san chiu) atau diafragma. Perjalanan chi mengalir menuju keduabelas organ ini melalui pembuluh darah. Berdasar perjalanan chi ini dr. William menawarkan pola hidup sehat selaras dan seimbang. Misalnya sesibuk apa pun sebaiknya sebelum jam 23.00 malam kita sudah tidur. Jika dipaksakan bekerja akan merusak fungsi hati.

Setelah bangun tidur di pagi hari, energi makanan kita butuhkan untuk bekerja karena itu porsi makan sarapan harus berat ala pangeran. Siang hari porsi makan ringan tidak terlalu kenyang sedangkan malam hari dianjurkan makan seperlunya saja atau tidak makan sama sekali. Tentunya anjuran ini terasa aneh bagi Anda?

Tapi menurut dr. William sarapan sangat penting untuk bekal energi sepanjang hari. Waktu tepat untuk sarapan adalah jam 7-9 pagi ketika lambung sedang bekerja optimal. Lalu makan siang sebaiknya pukul 1-3 sore karena saat ini chi sedang berada di usus kecil. Sedangkan makan malam sebaiknya pukul 7-9 malam. Di luar waktu itu lambung sedang tidak bekerja optimal.

Dalam hal makanan ilmu pengobatan Cina juga mengenal makanan sehat dan selaras, yaitu jika ada lima rasa misalnya manis, asin, asam, pahit dan pedas itu artinya telah seimbang. Idealnya makanan sehari-hari tawar karena bila kelima rasa tadi dicampur maka makanan  akan terasa tawar.

Bagaimana teman soal makan ini? Sukakah Anda dengan yang manis-manis, pedas atau asin atau gabungan dari ketiga rasa itu? Soal selera rasa memang satu orang dengan orang lain berbeda tapi yang perlu diingat adalah berhentilah makan sebelum kenyang dan makanlah sesuai dengan kebutuhan saja.