Brazil akan membangun waduk pembangkit tenaga listrik terbesar ketiga di dunia guna mencukupi kebutuhan energinya di tengah pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di negara Amerika Latin tersebut. Meski demikian organisasi pemerhati lingkungan hidup Greenpeace dan aktivis Ham Suku Indian memprotes rencana pembangunan waduk karena proyek tersebut akan mengakibatkan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal dan menimbulkan kerusakan hutan Amazon.

Konsorsioum domestik Brazil memenangkan lelang tender pembangunan Waduk Belo Monte dengan biaya 17 milyar dollar Amerika Serikat, Rabu 20 April lalu. Ketika proses lelang tender tengah berlangsung kalangan aktivis lingkungan hidup Greenpeace memprotes keras rencana pembangunan waduk yang disebut terbesar ketiga di dunia. Greenpeace juga menahan para pejabat pemerintah dan pengusaha yang ingin memasuki lokasi gedung tempat lelang diadakan.

Para aktivis lingkungan hidup mengungkapkan ribuan warga pribumi termasuk Suku Indian akan kehilangan tempat tinggal dan akan terjadi gangguan ekosistim jika waduk tersebut jadi dibangun, 23/05/2010. Presiden Brazil Luiz Incacio Lula Da Silva telah lama menghadapi sikap pro dan kontra menyangkut waduk yang mampu memproduksi listrik dengan kapasitas 11 ribu megawatt.

Rumah Suku Indian yang mendiami hutan Amazon di dekat perbatasan Brazil-Peru

Rumah Suku Indian yang mendiami hutan Amazon di dekat perbatasan Brazil-Peru

Tempat tinggal suku Inidan juga mempunyai kebun pisang yang sangat luas.

Suku Indian ini menggunakan busur dan anak panah untuk berburu binatang hutan. Mereka memolesi wajah dengan getah pohon hutan.

Berbagai pihak termasuk Sutradara Hollywood James Cameron juga bersikap keras menentang rencana pembangunan waduk di lokasi hutan tadah hujan Amazon. Waduk Belo Monte akan dibangun di Sungai Xingu yang termasuk di wilayah hutan Amazon, guna mencukupi kebutuhan energi industri di seluruh Brazil.

Sumber : Garit/ Brazil – Amazon Dam.