Mati lampu itulah kalimat yang sering sehat dengan reiki dengar lewat pembicaraan teman-teman di kantor akhir-akhir ini. Dengan mati lampu yang juga saya alami di rumah seminggu lalu, maka postingan artikel ini pun jadi tersendat diselesaikan. Karena mati lampu telah membuat aktivitas manusia modern yang menggantungkan hidupnya dengan listrik jadi mandul. Listrik sebagai hasil budi daya manusia modern pun ternyata kehadirannya sangat membantu memudahkan pekerjaan keseharian baik di kantor atau di rumah dan jika mati sebentar atau lama, maka konsumen  akan protes kepada PLN sebagai operator listrik di republik ini.

Dengan mati lampu di malam hari maka hanya keheningan malam saja dapat kita nikmati khususnya jika kita ada di daerah pedesaan dan pegunungan. Syukur kalau mati lampu di malam hari terjadi pas saatnya bulan purnama penuh malam ke-15, maka pemandangan jadi indah dan kita bisa melihat kunang-kunang berterbangan di antara tanaman padi di sawah. Kalau sudah begitu maka kilauan cahaya rembulan menjadi saksi kesahduan umat manusia melewatkan istirahat malamnya.

Mati lampu menjadikan kita berandai-andai tentang kehidupan masa lalu sebelum listrik diketemukan. Boleh saja pikiran kita melayang jauh mundur masuk ke Jaman Majapahit atau Jaman Demak bahkan Jaman Pajang. Tentu saja masyarakat di jaman itu telah menggunakan pelita dari minyak jarak sebagai alat penerangan bahkan obor pun menjadi saksi penerangan di malam hari tatkala sang surya telah tenggelam.

Bumi jadi gelap gulita. Untuk sarana penerangan boleh jadi minyak jarak atau minyak kelapa dari hasil parutan buah kelapa bahkan kayu bakar dimanfaatkan untuk penerangan di malam hari. Teknologi pembuatan minyak masih sangat sederhana tapi toh masyarakat jaman itu telah mampu membuat minyak sebagai penerangan. Kondisi seperti itu terus berlangsung dari jaman ke jaman hingga saat ini.

Marilah kita berandai-andai masuk ke jaman Majapahit. Saat kita datang ke situs Peninggalan Kerajaan Majapahit di Trowulan saat ini, maka pikiran kita bisa melayang mundur ke jaman itu. Kendatipun tubuh dan jiwa kita ada di bekas reruntuhan keraton itu saat ini, energi pikiran kita bisa membayangkan bagaimana keagungan kerajaaan Majapahit berdiri waktu itu.

Atau tatkala kita sedang berada di pelataran Candi Borobudur di hari Minggu yang cerah, maka pikiran kita pun bisa melayang jauh ke masa lalu. Di situ pikiran kita membayangkan saat bergabung dengan rakyat dari Dinasti Syailendra bergotong-royong membangun candi agung ini. Dengan melamun atau membayangkan sesuatu, sejatinya energi pikiran setiap manusia bisa melesat jauh ke belakang atau ke depan melampuai jamannya.

Mengapa pikiran kita bisa mundur ke masa lalu dan membayangkan kejadian masa lalu sekalipun kita belum dilahirkan di bumi ini? Boleh jadi itulah peranan energi dari pikiran kita. Dalam belajar Reiki memang hal itu dimungkinkan terjadi.

Sebab… mengingat salah satu sifat reiki yaitu reiki tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Reiki dapat kita kirimkan ke suatu tempat yang sangat jauh dan reiki bekerja pula di waktu akan datang dalam kehidupan manusia. Atau reiki lebih tepatnya energi reiki dimanfaatkan untuk menyembuhkan kejiwaan seseorang  karena traumatis psikologis berkepanjangan yang menimpanya.

Traumatis psikologis yang dialami oleh si penderita di masa lalu bisa disembuhkan dengan metode reiki atas izin Allah SWT. Misalnya korban bencana Tsunami Aceh atau korban gempa bumi di belahan bumi mana pun dapat diterapi dengan reiki. Atau korban banjir bandang di suatu tempat sehingga menyengsarakan penduduk yang kebanjiran.

Akibat pengalaman traumatis ini yang bersangkutan menjadi kehilangan pegangan dalam hidup ini dan rasanya hidup penuh ketidakpastian dan kesengsaraan. Dengan memprogam penyaluran reiki ke masa lalu ketika peristiwa traumatis tadi tengah terjadi kepada si penderita, trauma yang timbul dari peristiwa di masa lalu dapat dihilangkan. Reiki bekerja pada tubuh fisik, mental dan emosional.

Penyaluran energi reiki tersebut dapat membuat alam bawah sadar yang bersangkutan terbongkar. Hal-hal yang membuat dampak traumatis yang tersimpan di alam bawah sadarnya akan hilang dan menggantinya dengan energi positip penuh kebahagiaan, kehangatan dan kasih sayang sehingga peristiwa memilukan tadi akan hilang dari ingatan. Memang dengan pemrogaman reiki seperti ini sangat baik dilakukan oleh seorang dokter psikiater atau pun praktisi reiki yang telah menguasai pemograman energi jarak jauh dan perbedaan waktu.

Reiki dapat bekerja seperti bekerjanya pikiran orang ( cipta ). Oleh sebab itu pikiran manusia dapat mengembara kemana saja ia suka tanpa mengenal ruang dan waktu. Ia bebas mengembara ke masa lalu sekali pun belum pernah mengalami hidup di masa lalu.

Pun sebaliknya pikiran kita dapat membayangkan kejadian di masa yang akan datang. Saat pikiran kita membayangkan seseorang di suatu tempat yang jauh saat itu juga pikiran kita itu sampai kepada orang di lokasi tadi. Itulah kiranya yang dipakai reiki untuk sampai kepada orang di tempat yang jauh sekalipun dia belum pernah berkunjung ke sana secara phisik tetapi secara bhatin dan pikiran ia telah sampai ke sana.

Pikiran manusia adalah energi yang bersumber dari roh atau jiwa manusia. Itulah sebabnya pikiran manusia yang hakekatnya adalah energi dapat bekerja tanpa mengenal jarak dan waktu. Demikian pula reiki yang disebut sebagai energi alam semesta dapat bekerja ala pikiran manusia dapat leluasa menembus apa pun tanpa ada yang bisa menghalangi. Termasuk di sini melampaui jarak dan waktu yang berbeda antar satu tempat dengan tempat lain di belahan bumi ini.

Mari kita lihat dari sudut pandang ilmu fisika. Tentu sahabat sehat bersama reiki ketika duduk di bangku sekolah dulu pernah mengenal terori realitivitas Albert Einstein. Tahun 1916 Albert Einstein menerangkan bahwa ruang tidak bersifat tiga dimensi dan waktu bukanlah sebuah entitas yang terpisah.

Menurut ilmuwan ini ruang dan dan waktu merupakan aspek-aspek yang berbeda dari sesuatu yang sama. Ruang dan waktu berisi sebuah kontinum empat dimensi di mana tidak ada alian waktu universal sebagaimana pandangan alam semesta dari Newtonian. Masih menurut ilmuwan ini, semua pengukuran yang melibatkan ruang dan waktu tidaklah absolut.

Dalam teori relativitas umum yang dikembangkan oleh Albert Einstein, konsep ruang klasik sebagai panggung tempat berlangsungnya peristiwa fisik tidak dipakai lagi. Ruang dan waktu menjadi elemen-elemen bahasa yang digunakan semua pengamat dalam mendiskripsikan alam semesta. Teori hipotesis Albert Einstein bahwa ruang tidak bersifat euclidean tetapi melengkung. Dengan demikian struktur ruang dan waktu memiliki sifat geometris atau lekukan yang tampak dengan sendirinya dalam fenomena gravitasi. ( Talbot, Michel dalam buku Mistisme dan Fisika Baru 2002 : halaman 99-100 ).

Belajar Fisika memang memeras otak apalagi kalau bersinggungan dengan istilah energi. Daripada Anda bingung-bingung memikirkan teori relitivitas Albert Einstein lebih baik mencoba merasakan apa itu getaran energi? Jika ya….maka energi itu adalah reiki yang berguna untuk kebugaran dan kesehatan Anda.

Saya dan teman-teman dari paguyuban reiki apa pun tradisinya setiap malam pukul 22 – 22.30 wib akan mentransfer reiki dengan pemograman reiki jarak jauh bagi Anda yang sedang dirundung sakit. Setelah Anda nanti dapat merasakan reiki setiap malam, boleh jadi reiki sesuai dengan teori relativitas Albert Einstein. Bicara Fisika Quantum, energi bisa diprogram untuk pengiriman energi jarak jauh menyangkut waktu yang sudah lewat dan waktu yang akan datang.

Sumber Tulisan : Buku Hidup Sehat dengan Reiki dan Energi Non Reiki, Prof. Dr. Sutan Remi SH Reiki Master. ( disunting )