Sedikitnya tiga orang tewas akibat banjir besar yang kembali melanda Bolivia Kamis, 22/02/11 kemaren. Akibat kerusakan yang diderita negara di Amerika Selatan ini, Presiden Evo Morales telah menyatakan negaranya dalam keadaan darurat. Banjir besar yang melanda Bolivia ini terjadi setelah hujan besar yang terus menerus mengguyur negara tersebut.

Para ahli meteorologi menyatakan pengaruh cuaca La Nina menjadi penyebab kejadian alam yang telah berlangsung sejak awal tahun dan selama ini telah memakan korban 45 orang tewas dan 7000 warga mengungsi. Pejabat pemerintah setempat menyatakan sungai-sungai yang meluap telah menghancurkan 2500 hektar lahan pertanian. Stasiun televisi lokal menayangkan satu lagi korban tewas kemaren ditemukan di propinsi Chapare sebuah propinsi utama negara Bolivia.

Ribuan hektar lahan pertanian terendam termasuk areal pedesaan di mana ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Keluarga petani hanya bisa pasrah ketika air semakin tinggi menggenangi desa mereka.

Sementara itu di kota Villa Tunari luapan sungai telah menggerus daratan pinggir sungai dan menghanyutkan rumah warga di daerah aliran sungai tersebut. Penduduk wilayah yang terkena bencana melakukan segala upaya untuk dapat bertahan hidup dari kepungan air banjir yang belum menunjukkan surut. Pemerintah Presiden Evo Morales dengan segala keterbatasannya berusaha mengatasi keadaan buruk yang sejauh ini telah menelan 20 juta dollar Amerika Serikat di tengah protes masyarakat atas inflasi yang melanda negara itu.

Sumber : Reuters/Bolivia – Flooding.