Melihat komposisi kontribusi yang tidak seimbang antara pikiran bawah sadar dan pikiran sadar dengan perbandingan 88% : 12%, maka dapat dikatakan bahwa manusia nyaris menjadi makhluk bawah sadar. Mungkin banyak hal yang sebenarnya tidak kita inginkan dalam pikiran, tetapi sudah terlanjur masuk ke dalam pikiran bawah sadar dikarenakan banyaknya induksi dalam hidup ini.

Contoh konkret dari peranan pikiran bawah sadar yang begitu dominan dalam praktek seandainya seseorang sedang sakit. Pada saat tubuh fisik merasa kurang sehat, sebaiknya jangan membicarakan apalagi merasakannya. Kelihatannya sungguh kejam perangai ini bila untuk sakit saja kita dilarang membicarakan apalagi mengeluhkannya baik dalam hati sendiri ataupun di sharing kepada orang lain.

Kembali kepada daya kerja otak manusia yang bersifat pengulangan atau play-back atas sesuatu, semakin sering kita memikirkan pikiran-pikiran negatife, maka itulah perwujudannya. Sebaliknya jika kita berusaha berpikiran positif maka output nya pun positip. Misalnya jika sedang sakit alias tidak enak badan, sebaiknya membiasakan diri dalam pikiran kita untuk mengulangi sesering mungkin kalimat, ” Saya sehat, saya merasa sehat, saya bebas kecemasan dan ketakutan rasa sakit.”

Kebalikannya contoh sederhana penggunaan kata-kata dan pikiran negatif seperti jangan. Secara tidak sadar kita sering mengatakan kepada anak kita, ” Jangan lari-lari nanti jatuh, jangan memanjat pohon nanti jatuh, jangan nonton televisi terlalu dekat nanti matamu sakit.” Padahal jika kita ingin melarang sesuatu kepada anak alangkah baiknya membiasakan diri mengucapkan kalimat, ” Nak…larinya pelan-pelan saja ya? Hati-hati memanjat pohon ya? Sebaiknya menonton televisi agak jauh saja ya?”

Sudah barang tentu setiap orang berhak mempunyai keinginan untuk selalu bergerak maju, rajin, sukses, kaya, semangat, bahagia apalagi sehat. Tetapi di sisi lain sering kali yang terjadi justru keinginan tadi itu ditarik ke arah kebalikannya untuk mundur oleh pikiran bawah sadar kita. Pikiran bawah sadar dapat menjadi kekuatan yang mendukung keinginan, atau sebaliknya dapat menjadi musuh nyata yang paling kuat diri kita.

Dalam praktek bisakah kita memperdayakan pikiran yang sudah terlanjur ada di dalam pikiran bawah sadar tanpa kita sadari untuk kembali menjadi pikiran sadar? Bisakah kita memasukkan hal-hal positif ke dalam pikiran bawah sadar sehingga pikiran bawah sadar akan bergerak selaras dengan keinginan positif kita? Jawabannya bisa apabila Anda sudah mahir mengolah energi positif khususnya dalam praktek inti reiki. Kunci dalam praktek inti reiki dalam kehidupan sehari-hari adalah relaksasi, afirmasi kalimat positif sebagai sugesti dan selanjutnya memvisualkan keinginan ditambah memanfaatkan energi-energi yang sesuai dengan tujuan sasaran Anda.

Sumber tulisan : Buletin Inti Reiki Nopember 2010 oleh Harlianto ( diedit ).