Jumlah korban yang meninggal dunia akibat merebaknya wabah kolera di Haiti Barat mencapai 303 orang. Berbagai kalangan kini melakukan langkah preventif agar penyakit kolera tidak menjalar ke ibukota Port Au Prince. Para pakar kesehatan WHO memperingatkan penyakit lainnya seperti malaria dan TBC juga berpotensi mewabah di negara miskin Karibia tersebut.

Berdasarkan catatan yang dihimpun Reuters di ibukota Haiti ( 27/10/10 ) lalu, sejak sepekan mewabahnya penyakit kolera di Haiti, tercatat 303 korban meninggal dunia dari 4722 kasus penyakit menular itu. Tim medis internasional terus berjuang keras untuk mencegah penularannya ke ibukota Port Au Prince yang sekitar 1,3 juta penduduknya masih belum mempunyai rumah paska gempa bumi 12 Januari 2010 lalu. Di kota Archaie, sebelah utara Port Au Prince, organisasi kemanusiaan save the children fund mengungkapkan telah terjadi 174 kasus kolera.

Belum pulih dari malapetaka gempa bumi tahun lalu, rakyat Haiti kini masih harus mengalami wabah kolera. Dalam beberapa hari terakhir, penyakit ini terus merenggut banyak jiwa dan memunculkan banyak kasus baru.

Penyakit kolera mewabah di wilayah Haiti barat yang merupakan kantung kemiskinan dan merebak sebulan menjelang pemilu kepresidenan dan legislatif. Penyakit kolera jika tidak mendapat perawatan medis yang memadai, berdampak maut dalam hitungan jam karena korban akan menderita dehidrasi dan diare akut. Pertolongan pertama secara sederhana dengan memberikan minuman campuran air, gula dan garam kepada penderita.

Foto: ASSOCIATED PRESS - Para penderita kolera dirawat dengan fasilitas seadanya di Rumah Sakit Grande-Saline, Haiti.

Polusi udara kotor, sanitasi yang tidak optimal karena kondisi wilayah yang porak poranda karena gempa bumi lalu menyebabkan warga Haiti terserang penyakit kolera. Saat terjadinya musibah gempa, anak-anak Haiti yang selamat dari musibah gempa terpaksa ikut mengungsi dengan orangtuanya. Saat itu mereka sangat ingin sekolah lagi.

Sumber : Reuters/AP/Cholera Spread.