Penyelenggaraan hari bebas kendaraan bermotor harus tetap dilanjutkan, bahkan diperluas ke kawasan lain di DKI Jakarta. Hal tersebut mencuat berkenan dengan rencana Pemerintah Provinsi DKI untuk menambah hari dan waktu pelaksanaan car free day. Demikianlah siaran pers yang sehat dengan reiki terima di Studio Sembilan Siaran Progama 2 Senin pagi lalu.

Inti dari siaran pers agar warga ibukota Jakarta mulai saat ini mulai mengurangi penggunaan kendaraan bermotor sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman pentingnya pengendalian pencemaran lingkungan. Sekedar contoh nyata hari Sabtu minggu terakhir setiap bulan, jalan Jendral Sudirman menyambung Jalan Thamrin selalu dibebaskan dari lewatnya kendaraan bermotor. Jalur cepat di ruas kedua jalan utama ibukota ini ditutup mulai jam 6 pagi hingga pukul 14 waktu Indonesia Barat.

Begitu pentingnya mengurangi polusi udara akibat kendaraan bermotor maka setiap hari Minggu di kedua ruas jalan utama itu juga ditutup. Menurut Direktur Eksekutif Yayasan Swiss Contact Indonesia Waty Suhadi saat ini memang belum sempurna dan masih perlu dievaluasi. Salah satunya adalah terkait masih banyaknya pelanggaran oleh para pengguna kendaraan bermotor yang memasuki kawasan jalan selama berlakunya Hari Bebas Kendaraan Bermotor..

Para petugas penyelenggara HBKP pun dianggap belum memiliki persepsi yang sama terkait progam tersebut. Setidaknya menurut pengamatan sehat dengan reiki dan kerabat kerja liputan ketika melintas di ruas jalan tersebut, diperlukan tambahan petugas untuk mengamankan ruas jalan tersebut agar tidak diterobos oleh pengguna jalan yang nakal.

Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Kota Tua ( ANTARA/Ismar Patrizki )

Hal yang sama pun disuarakan Organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia – WALHI Jakarta yang mendesak Pemprov DKI untuk segera membenahi manajeman kegiatan HBKB atau Car Free Day. Selama ini menurut mereka memang masih banyak kekurangan di antaranya belum banyak berdampak merubah perilaku masyarakat dan kualitas udara.

Viva News menyatakan, bahwa pengendara kendaraan pribadi diimbau menghindari jalan tersebut pada waktu yang ditentukan. Hanya Bus Transjakarta dan bus umum yang diperkenankan melintas. Kosongnya jalan akan dimanfaatkan untuk sejumlah kegiatan seperti futsal, sepeda santai, dan berbagai kegiatan seni dan sosial.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2005 tentang penangulangan pencemaran udara dan intruksi Gubernur No 93 tahun 2007. Melihat pentingnya mengurangi polusi pencemaran udara akibat kendaraan bermotor di Jakarta ke depan, di ruas jalan lainnya perlu juga diberlakukan hari bebas kendaraan bermotor. Salah satu bentuk pertanyaan dalam angket tentang pencemaran udara karena polusi asap kendaraan bermotor berbunyi, ” Sudahkah di kota Anda juga diperlakukan hari bebas kendaraan bermotor agar polusi udara akibat kendaraan bermotor bisa dikurangi? “

Iklan