Kereta api yang mengangkut limbah nuklir tiba di Jerman kendati sebelumnya sempat dihalangi-halangi oleh para aktivis anti nuklir Senin ( 08/11/10 ). Aparat kepolisian Jerman bersiaga menghadapi unjuk rasa massal selama perjalanan kereta ke tujuan terakhir.

Kepolisian Jerman menyatakan mereka tidak dapat memastikan waktu yang dibutuhkan oleh kereta api pengangkut limbah nuklir untuk bisa sampai di stasiun akhir, mengingat kereta tersebut terus dihadang oleh para aksi unjuk rasa. Kereta api yang memuat limbah nuklir itu tiba di stasiun pengisian limbah di Dannenberg pada Minggu pagi kemaren.

A woman plays on a harp as demonstrators block a road close the nuclear interim storage facility in Gorleben, Germany, on November 8, 2010. Photo: AP. Seorang wanita bermain harpa di tengah pendemo yang menutup jalan dekat fasilitas penyimpanan nuklir di Gorleben Jerman.

Di tempat ini diperlukan waktu 15 jam untuk memindahkan muatan limbah nuklir ke dalam truk-truk yang akan membawanya ke tujuan akhir lewat jalan darat. Sementara itu, pengungjuk rasa sudah memblokir jalan menuju stasiun penyimpanan guna menghambat perjalanan kereta. Ribuan pengunjuk rasa berhadapan dengan 17 ribu personil polisi dalam aksi demonstrasi sepanjang hari Minggu, untuk menghalangi perjalanan kereta api pembawa limbah nuklir sebanyak 154 ton.

Polisi Jerman berjaga di sepanjang jalur kereta api yang akan dilewati kereta pembawa limbah nuklir menuju Dannerberg.

The train carrying 11 containers of waste arrived on Monday in the town of Dannenberg. The waste will now be loaded onto trucks for the final 12—mile (20—kilometer) leg of the trip to a storage site at Gorleben.

Publik Jerman marah setelah Kanselir Angela Merkel memutuskan untuk memperpanjang masa operasi 17 pembangkit listrik bertenaga nuklir. Popularitas pemerintahan Merkel merosot tajam setelah ia memutuskan untuk mempertahankan pembangkit nuklir selama 12 tahun lagi. Pembangkit listrik nuklir Jerman rencananya baru akan ditutup pada tahun 2021.

Sumber : Reuters/Europe/Nucleur Train – Police.