Melihat penampilan anggota Perguruan Silat Tangan Kosong Merpati Putih yang mampu mematahkan gagang pompa dragon, balok es, tumpukan batu, pralon air dari semen dan kayu jati dengan tangan kosong, tentunya hati ini berdecak kagum dan bertanya, ” Kok bisa ya, apa tidak sakit itu tangan?”
Begitulah pertanyaan yang saat itu sempat hidup sehat dengan kundalini reiki tanyakan kepada Mas Arifin Pengarah Acara Bapora ketika mengarahkan penyuntingan gambar/editing film hasil rekaman gambar Kegiatan PPS Merpati Putih di Senayan Jakarta April 1981.

Saat itu masih teringat dalam ingatan sehat dengan kundalini reiki ketika melihat adegan murid-murid PPS Merpati Putih dari berbagai tingkatan melakukan ujian stamina dan power dalam kenaikan tingkat dengan memukul benda-benda keras tadi hanya dengan tangan kosong dan tendangan kaki juga dengan jidat kepala. Bagaimana bisa pukulan tangan kosong, tendangan kaki dan juga jidat kepala murid Merpati Putih mampu mematahkan dan memecahkan benda keras itu.

Video itu sampai sekarang ini masih tersimpan rapi dan bisa kita nikmati setiap saat. Tampak juga murid wanita yang kelihatan masih ABG di tahun 1981 juga murid yang sudah manula termasuk juga murid bule warga negara asing dalam ujian kenaikan tingkat itu mampu melakukan gerakan silat sekaligus uji power mematahkan sasaran benda keras yang ditaruh di atas tatakan penyangga kayu. Apa rahasianya ya?

Ujian kenaikan tingkat Merpati Putih harus mampu mematahkan benda keras dengan tangan atau tendangan kaki. Gambar http://mpkalsel.wordpress.com

Terjawab sudah jawaban itu ketika hidup sehat dengan kundalini reiki bergabung dengan PPS Merpati Putih kolat TVRI Senayan dan berlatih mempraktekkan latihan pernafasan di tahun 1993 hingga tahun 1997. Setiap kali latihan pernafasan terlebih dulu melakukan lari mengelilingi lingkaran luar Stadion Gelora Bung Karno sebanyak 7 kali putaran. Selepas lari ini lalu melakukan push up dengan berbagai posisi dengan badan seluruhnya mengejang/keras dengan menahan nafas. Gerakan lainnya adalah menirukan gerakan Yoga dengan variasi gerakan berbeda di mana setiap gerakan selalu mengejang sambil menahan nafas sambil kedua mata ditutup. Rahasianya ada di dalam pengolahan nafas.

Dengan teknik pernafasan yang merupakan inti dari latihan-latihan dasar, progam latihan diarahkan pada upaya mengaktifkan organ-organ tubuh, pengejangan otot-otot (mascule) disertai menciptakan kondisi menahan nafas (kekurangan oksigen), akan timbul reaksi komplek dalam tubuh manusia sehingga dicapai kondisi akhir berupaya mengendorkan mascule (otot) yang berakibat normalnya peredaran darah dalam tubuh, normalnya syaraf sehingga didapatkan tubuh yang sehat bugar. Rasa lelah, loyo akan lenyap begitu selesai latihan pernafasan ini.

Ilmu kedokteran olah raga menjelaskan gejala ini dengan teori aerobik yang melibatkan Adenosin Tri Phosfat (ATP). Dari sekedar teori ini latihan pernafasan Merpati Putih dapat menjangkau kondisi kelenturan tubuh , mengaktifkan metabolisme dan pengendoran syaraf akan membawa kondisi orang itu ke suatu keseimbangan fisik dan bhatin yang akhirnya membawa orang ke tingkat kebijaksanaan, tidak emosional bahkan selalu berpenampilan tenang dan kalem.

Latihan pernafasan tahap ini adalah mengaktifkan fungsi organ-organ tubuh untuk pandai meresonansi getaran energi dalam diri tubuh sendiri. Kesadaran yang dicapai adalah kesadaran intern dalam diri sendiri praktisi Merpati Putih. Semakin sering dilatih pernafasan ini dengan selalu membuang-menahan-membuang kembali nafas disertai pengejangan otot tubuh seluruhnya akan didapatkan “power” (tenaga). Nah power atau tenaga inilah yang dipakai murid Merpati Putih ketika mematahkan benda-benda keras sebagai ajang uji coba kenaikan tingkat.

Konsentrasi dan penyaluran energi melalui kedua tangan yang diarahkan ke telapak tangan atau kaki Praktisi Merpati Putih merupakan latihan untuk mencapai resonansi intern dalam tubuh, kemudian dalam kondisi demikian energi yang ada di tubuh dan luar tubuh diterjemahkan ke dalam getaran universal yang semakin lama semakin besar dayanya. Semakin besar daya energi yang terkumpul semakin kuat pula powernya. Bila energi sudah membesar maka output nya juga besar sesuai dengan kehendak pikiran kita sebagai praktisi Merpati Putih. Istilahnya populernya “Tenaga Dalam”.

Setiap kali kita ingin berlatih mematahkan benda keras semisal gagang pompa dragon atau balok es, kita ambil posisi kuda-kuda sempurna. Konsentrasikan perhatian ke batang gagang pompa. Jangan ada rasa takut menghadapi sasaran benda keras ini. Bernafas alami lalu tarik nafas pelan-pelan melalui hidung buang melalui mulut disertai mengejangkan tubuh. Kondisikan kedua tangan kanan kiri semakin mengejang…mengejang…mengejang seiring tarik dan buang nafas dengan tetap konsentrasi. Begitu menarik nafas melalui hidung dengan hirupan nafas yang menghentak di dada (tahan Nafas) lalu ayunkan tangan kanan/kiri ke sasaran tadi dan, “prak…gagang pompa ini patah menjadi dua”.

Dengan kecepatan tangan memukul dan menjatuhkan badan ke bawah sembari mengayunkan tangan ke sasaran akan terkumpul energi (power) akibat badan yang mengejang ( kaku ) sehingga molukel dari gagang pompa tadi terurai dan batang pompa patah menjadi dua ketika dipukul. “Ingat saja setiap kamu akan memukul benda keras, visualkan/bayangkan dalam pikiranmu bahwa sasaran ini adalah sepotong lidi/kue yang lembek. Terus konsentrasi dan pikirkan bahwa sasaran ini adalah benda lunak dan mudah patah”, begitu pesan Mas Handoko dan Pak Bahtiar (alm) pelatih silat PPS Merpati Putih kepada hidup sehat dengan reiki dan murid-murid lain di Halaman kantor Depdiknas Senayan Jakarta menjelang ujian kenaikan tingkat PPS Merpati Putih saat itu.

Terbukti dengan mengolah nafas secara rutin, menyalurkan nafas dalam bentuk energi akan didapatkan getaran-getaran energi dalam tubuh secara berkelanjutan. Tubuh energi murid PPS Merpati Putih sudah terbentuk. Makanya ada Praktisi PPS Merpati Putih yang tuna netra mampu menebak warna bendera yang diujikan pelatih. Demikian pula kita yang masih normal matanya ketika mata ditutup kain hitam mampu melewati rintangan batang patok tanpa menyenggolnya. Ya seperti ujian ketrampilan mengendarai sepeda motor melalui rintangan ketika ujian untuk mendapatkan SIM.

About these ads