Para penduduk di Pulau YeonPyeong Korea Selatan berlindung di bunker saat militer mengadakan latihan penembakan rudal di pulau itu Senin 20/12 lalu. Sejauh ini Korea Utara belum memberikan respon terhadap latihan militer Korea Selatan di lokasi yang dekat dengan perbatasan kedua negara itu. Selama berlangsungnya latihan penembakan rudal di Pulau YeonPyeong, tentara Korea Selatan berjaga di dekat bunker dan membagikan makanan, selimut dan masker gas kepada warga yang berlindung di dalam bunker.

Seorang warga Oh Gyi Im berusia 69 tahun yang telah tinggal di Pulau YeonPyeong selama 50 tahun mengatakan ia merasa gugup ketika pertama kali memasuki bunker. Kini Oh Gyi Im merasa sedikit nyaman namun ia khawatir Korea Utara akan melancarkan serangan militer ke Korea Selatan.

Marinir Korsel berjaga dekat basis militer di pulau Yeonpyeong, Sabtu (27/11). (ANTARA/REUTERS/Jo Yong-Hak)

Di dalam bunker Oh Gyi Im dan warga lainnya duduk di lantai yang dingin dengan memakai jaket tebal. Setelah sembilan jam berada di dalam bunker anti serangan udara, warga lainnya diijinkan keluar untuk menhirup udara segar. Sebagian besar penduduk Pulau YeonPyeong yang seluruhnya berjumlah 1600 jiwa mengungsi ke daerah lain ketika Korea Selatan melancarkan serangan artileri tanggal 23 November lalu.

Dari jumlah tersebut hanya 100 warga yang kembali ke desanya yang telah porak poranda diterjang roket Korea Utara. Kementerian luar negeri Korea Selatan mengatakan latihan militer dengan penembakan rudal bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Korea Selatan menghadapi agresi militer Korea Utara jika terjadi perang.

Sumber : Asia/Reuters/South Korea – Bunker.