Perceraian dalam rumah tangga akan menyisakan kepiluan bagi anak-anak yang tidak bersalah akibat berpisahnya pasangan bapak dan ibu. Jika terjadi perceraian maka harta gono-gini akan dihitung, berapa jumlah untuk bapak dan berapa jumlah untuk ibu. Tentu saja hak asuh anak jika masih balita akan jatuh kepada ibu dan jika sudah dewasa, anak bebas memilih untuk tinggal bersama bapak atau ibunya.

Baik bapak dan ibunya harus bersama-sama mengusahakan keperluan anak menyangkut keperluan sehari-hari  untuk makan dan biaya sekolah. Tentu saja bapak sebagai kepala keluarga, jika terjadi perceraian harus ikut membiayai keperluan anak-anaknya. Bahkan ibu pun boleh memberikan tunjangan kepada anak dan mantan suaminya,  jika ternyata kondisi keuangan mantan suami tidak memungkinkan alias kena PHK sehingga tidak lagi menerima upah kerja.

Dalam kondisi istri yang memberikan tunjangan kepada anak-anaknya dan mantan suaminya setelah bercerai, semakin banyak jumlahnya di AS saat ini. Ini menandakan karier mantan istri dalam pekerjaan semakin meningkat sehingga dalam hal penghasilan tentu lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan mantan suaminya. Setidak-tidaknya itulah hasil suvei terbaru yang dilakukan Akademi Pengacara Pernikahan Amerika.

Dikatakan seorang perempuan yang pernah menikah dan kini telah bercerai, kariernya terus menanjak dan mendapat gaji lebih besar daripada yang didapat mantan suaminya. Dengan perolehan gaji yang lebih besar dari mantan suaminya, maka diwajibkan berkontribusi terhadap kelangsungan hidup mantan pasangannya. Tentu saja bagi wanita karier yang mandiri tidak menjadi masalah memberikan tunjangan kepada mantan pasangannya sekali pun sekarang ini sudah tidak terikat pada perkawinan.

Lebih dari separuh tepatnya 56 persen, pengacara perceraian di seluruh AS mengamati ada kenaikan jumlah ibu yang diwajibkan memberi tunjangan kepada anak dalam tiga tahun terakhir. Sedangkan 47 persen pengacara melihat kenaikan jumlah perempuan yang membayar jumlah tunjangan kepada mantan suami. ” Data ini menunjukkan kaum perempuan meningkat secara finansial dan dalam banyak kasus mereka adalah pencari nafkah utama dalam keluarga, ” ujar Alton Abramowitz dari akademi itu kepada Reuters di New York ( 11/5 ).

About these ads