Bagaimana sikap duduk Anda dalam kegiatan keseharian, baik di rumah, kantor dan ditempat umum? Apakah Anda merasa ada perasaan nyeri pada persendian  yang tiba-tiba muncul sebagai bentuk rasa tidak nyaman akibat duduk itu?  Lalu jika sudah merasakan ketidaknyamanan akibat duduk terlalu lama misalnya, langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi hal itu?

Saat ini banyak orang yang menghabiskan banyak waktunya dengan duduk,  baik di belakang meja maupun di depan televisi, main game, internet berjam-jam sehingga lupa makan dan minum, lebih cepat  mati dibandingkan dengan mereka yang hanya duduk beberapa jam. Kondisi ini berlaku meski orang bersangkutan kondisi kesehatannya baik, rajin berolahraga dan memiliki berat badan normal.

Berita tidak mengenakkan ini diperoleh dari penelitian yang dipimpin Hidde van der Ploeg, seorang peneliti aktivitas fisik di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sydney. Penelitian ini dimuat dalam Archives of Internal Medicine. Peneliti menyurvei 220.000 warga New South Wales, Australia, berumur lebih dari 45 tahun sepanjang tahun 2006 – 2008.

Hal yang dilihat dalam penelitian ini adalah kondisi kesehatan responden, kebiasaan merokok serta jumlah aktivitas fisik dan duduk yang dilakukan setiap hari.  Peneliti menelusuri riwayat responden menggunakan data kematian penduduk selama tahun. Hasilnya, 5.4oo responden ( 2 – 3 persen ) meninggal selama penelitian.

Selain obesitas, perilaku seperti keranjingan nonton TV juga terkait dengan timbulnya penyakit lainnya seperti, tingginya kadar emak jahat dalam darah, risiko penyakit jantung, serta lebih mungkin untuk mengonsumsi makanan seperti misalnya junk food.

Tingkat kematian responden yang  duduk  lebih dari 11 jam per hari lebih tinggi 40 persen dibandingkan  yang hanya duduk 4 jam sehari. Bukan berarti duduk menjadi penyebab kematian, melainkan ada faktor risiko yang tak terukur yang membedakan orang yang terlalu banyak duduk atau tidak. Menurut Van der Ploeg, terlalu banyak duduk memengaruhi pembuluh darah, meningkatkan kadar lemak darah dan menurunkan kadar kolesterol baik.

” Saat berjalan atau berdiri, otot kaki akan bekerja dan membantu membersihkan glukosa dan lemak  dalam aliran darah. Sebaliknya saat duduk apalagi berjam-jam lamanya,  otot menjadi tidak aktif, ” katanya kepada Reuters, Jumat ( 30/3 ). Penelitian ini selaras dengan penelitian lain yang menunjukkan akibat  terlalu banyak duduk.

Bagi Anda yang mempunyai kebiasaan berlama-lama menghabiskan waktu di depan televisi tampaknya harus segera mengurangi kebiasaan tersebut.

Pendapat lain juga diutarakan Mark Tremblay, peneliti obesitas dan aktivitas fisik di Rumah Sakit Anak Ontario Timur, Kanada. Ia mengatakan, ” Duduk atau berbaring, terutama di depan layar televisi, buruk bagi siapa pun tanpa memandang usia, ” katanya.  Sebagian orang berpikir, duduk atau berbaring tidak masalah jika mereka memiliki aktivitas yang cukup.

Artinya kegiatan duduk berjam-jam dalam kegiatan harian juga harus diimbangi dengan aktivitas cukup, misalnya olahraga. ” Ternyata olahraga 30 menit, lima kali seminggu, bukan jaminan terserang penyakit kronis, ” katanya. Mereka yang kerjanya  terlalu banyak duduk perlu menyela kegiatannya dengan berjalan.

Kegiatan berjalan misalnya mengangkat telepon saat ada panggilan. Selebihnya berjalan ke meja kerja teman sekedar menyapa atau membuat janjian untuk makan siang bersama saat jam istirahat kantor tiba.   Banyak minum untuk mengimbangi banyak duduk sehingga sering berkemih lalu pergi ke toilet juga dianjurkan. Pokoknya di samping banyak duduk juga diimbangi dengan bergerak ringan agar otot kaki membersihkan glukosa dan lemak dalam aliran darah.

Sumber : Kilas Iptek/Reuters/MZW.

About these ads