Ada ungkapan mengatakan, rumahku adalah istanaku. Tidak salah itu sudah menjadi pakem ucapan jika seseorang bicara tentang konsep hunian rumah tinggal. Setiap orang berhak mengatakan ucapan itu, kecuali bagi orang yang belum mempunyi rumah, apa juga pernah mengatakannya, wallaualam bisawab.

Rumah memang laksana istana bagaikan dongeng cerita kerajaan tempo dulu. Ia akan selalu tampak indah, tempat semua anggota keluarga tinggal dan menjalani kehidupan. Rasanya tak ada istana lain  yang lebih megah, indah dan menawan dibandingkan dengan rumah sendiri yang membawa kebahagiaan saat semua anggota keluarga berkumpul bersama.

Ungkapan tadi akan bermakna sebaliknya jika rumah malah membawa kemuraman bagi orang-orang yang tinggal di dalamnya. Adanya percekcokan, iri hati, dendam dan permusuhan, adalah contoh nyata suasana negative yang membuat tidak nyaman bisa saja terjadi dalam sebuah rumah. Jika sudah begini rumah tidak lagi menjadi istana magrong-magrong dan nyaman untuk ditempati.

Sebaliknya ada rumah gubuk dengan desain sederhana jauh dari kesan mewah malah tampak indah untuk dilihat. Sekali pun di sana-sini sudah banyak genteng yang bocor, dinding rumah tampak kusam dan pagar rumah yang sudah reyot, penghuni rumah ini bisa menjaga keselarasan dengan lingkungannya dengan baik. Apalagi di antara anggota keluarga saling menghormati satu sama lain,  maka menghuni rumah kondisi sederhana ini bagaikan tinggal di istana megah.

Tanaman talas yang daunnya lebar hijau lumut cocok untuk membuat pandangan mata menjadi sejuk. Energi hijau daun yang memancar dari daun talas sangat baik untuk rileksasi mata sehabis lama bekerja di depan komputer.

Terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti ilustrasi paragraf 3 di atas, bisa saja terjadi akibat penataan lingkungan tempat tinggal yang tidak sesuai. Barangkali Feng Shui bisa menjawabnya. Namun jangan serta merta alergi dulu terhadap ilmu yang berasal dari tradisi budaya Tiongkok yang sudah cukup tua ini.

Jika tidak mengenal lebih dekat apa itu Feng Shui, memang sangat mungkin terjadi kesalahkaprahan tentang keberadaan Feng Shui. Orang bisa mencap Feng Shui sebagai jenis ilmu mistik, misterius atau klenik. ” Padahal Feng Shui hanyalah seni pemanfaatan aliran energi ( qi ) untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Yaitu memanfaatkan energi positif ( sheng qi  ) dan menghindarkan energi negatif ( sha qi ), ” ujar Titik Kartitiani, wartawati Majalah Flona yang menulis rubrik Feng Shui di Mind, Body and Soul Intisari Edisi 3 ini.

Bicara tentang energi seperti halnya energi reiki untuk menyeimbangkan unsur yin dan yang dalam tubuh manusia, sehingga pemilik tubuh tetap sehat bugar. Maka energi dalam Feng Shui pun mengandung aura yang memancar dari benda, katakanlah itu rumah tempat tinggal, toko, gedung sekolah, perkantoran dan sebagainya. Aura suatu benda bukan omong kosong karena sudah berhasil dibuktikan kasatmata.

Pemanfaatan halaman rumah dengan tanaman menjadikan rumah tidak terkesan gersang. Tanaman dalam pot atau tanaman rambat, sangat baik energi hijau daunnya untuk kesehatan mata.

Adanya pancaran aura sebuah benda sudah bisa ditangkap kamera yang hasilnya dinamai Foto Kirlian. Aura terlihat dari spektrum warna yang mengelilingi sebuah benda. Aura ini bisa mempengaruhi seseorang bila berada dalam jangkauan pancarannya. Seperti benda, tubuh manusia juga turut memancarkan aura yang bisa berkatian dengan aura benda-benda di dekatnya.

Selain tubuh manusia, tanaman yang ada di halaman rumah tempat tinggal pun memancarkan aura. Karena itulah di Amerika Serikat , aura semacam ini dimanfaatkan sebagai sarana penyembuhan alternatif. Di negera adikuasa AS, teknik penyembuhan itu dikenal dengan sebutan healing of tree.

Tanpa kita sadari sebenarnya pakem-pakem yang diterapkan dalam Feng Shui dan jenis pancaran auranya, sesungguhnya sejalan dengan konsep ilmu desain modern. ” Prinsip penataan rumah berdasarkan Feng Shui dan dihubungkan dengan pertimbangan aura, sejalan dengan prinsip desain lansekap, yaitu pada konsep bentuk dan warna tanaman, termasuk peletakan ornamen-ornamen taman (  sculpture ), ” tulis Titik Kartitiani lebih lanjut.

Di dalam ilmu Feng Shui diyakini kondisi seseorang sangat dipengaruhi dengan kondisi alam di sekitarnya. Lingkungan alam terdekat dengan kita adalah halaman rumah, tempat tumbuh berbagai tanaman yang berfungsi turut mempercantik tempat tinggal. Dengan mengatur pekarangan selaras dengan kepribadian pemilik rumah, niscaya energi positif nya dapat meningkatkan keseimbangan hidup si empunya rumah. Salam….

About these ads