Buah pepaya memang banyak diminati masyarakat karena bisa dikonsumsi langsung sebagai buah segar.  Buah pepaya mateng pun bisa ditorehkan dengan sambal pedas dari campuran gula jawa, kacang goreng yang digiling halus, garam, air putih, terasi, cabe rawit atau cabe merah yang diulek jadi satu di atas cobek terbuat dari batu. Makan buah pepaya atau campuran irisan buah lain dan ditorehkan dengan sambal, disebut nglotis alias makan lotis yang oleh orang Solo, tradisi nglotis ini menjadi makanan penutup sehabis makan siang dengan nasi.

Yuk nglotis yuk, adalah sebutan untuk menikmati bersama-sama buah segar sehabis makan siang. Bahan dasar lotis salah satunya pepaya mengkal, nanas, mangga, dondong yang semuanya serba segar. Foto by Mbak Narti Doha, Qatar.

Tentu saja untuk mendapatkan buah pepaya segar untuk bahan nglotis, harus pandai-pandai memilih buah pepaya saat masih dijual tukang buah di pasar. Untuk mendapatkan buah pepaya segar dan mengkal, seorang petani pepaya harus memperhatikan tingkat keasaman tanah tempat biji pepaya disemai. Agar menjadi netral tingkat keasamannya dan tanah menjadi gembur dan lembab, maka petani harus membuat bedeng yang sekaligus berfungsi sebagai penyerap air yang menggenang.

Sedangkan jarak penanaman bijih pepaya diusahakan 1 meter. Dengan demikian akan memudahkan pengontrolan tanaman setiap saat jika sudah tumbuh besar dan siap berbuah. Untuk mencegah agar tanaman pepaya tidak terkena penyakit, petani harus memastikan bahwa tanah yang akan ditanami dengan bibit harus bersih dari bonggol sisa tanaman sebelumnya yang telah dirobohkan. Mengingat bonggol tanaman sebelumnya dapat merangsang pertumbuhan jamur yang dapat merusak tanaman pepaya.

Saat merawat tanaman pepaya pun tidak sulit. Cukup dengan membersihkan gulma yang tumbuh, menyiangi semak-semak perdu dari kumpulan rumput liar di sekitar batang tanaman pepaya. Sambil menyiangi tanaman, petani pun dapat memberikan pupuk minimal 2 bulan sekali dengan menggunakan pupuk organik dan anorganik. Pemupukan budidaya tanaman pepaya California sangat penting dan jika tidak rajin memberikan pupuk, maka pertumbuhan tanaman pepaya akan merana dan kelak buahnya pun tidak manis saat dipanen.

Selain itu pula buah yang belum sempat berkembang menjadi besar bisa saja gugur.  Kalau sudah demikian dapat dipastikan akan merugikan para petani yang sudah susah payah menanam dan merawat tananaman pepaya. Mengingat penyakit pada tanaman pepaya seperti ulat dan jamur bisa saja menyerang buah, batang dan daunnya. Buah pepaya yang sudah terserang hama jamur itu bisanya buahnya akan berwarna menjadi putih.

Buah pepaya California sangat laku di pasar tradisional maupun di supermarket. Buah segar pepaya sangat bermanfaat dimakan untuk mempermudah keluhan susah BAP. Foto by Video Trans TV.

Buah pepaya California yang bergelantungan di dahan pohon siap dipanen setelah masa tanam selama 7 bulan dengan syarat kondisi tanaman pepaya bebas dari serangan hama penyakit tanaman. Foto by Video Trans TV.

Bisanya untuk mencegah timbulnya hama jamur, belalang, ulat yang doyan sekali memakan daun pepaya, petani dapat menggunakan pestisida sebagai penangkal hama ini. Karena itu mencegah lebih baik daripada mengobati tanaman pepaya jika sudah terlanjur terkena hama. Agar tanaman pepaya dapat tumbuh subur, tindakan mengusir serangan hama pada tanaman pepaya harus menjadi perhatian petani sejak tanaman mulai tumbuh tunasnya di ladang penyemaian.

Tentu saja pepaya California ini jika benar-benar dirawat dengan baik dapat menghasilkan 22 buah dalam satu pokok batang pohon pepaya. Untuk itu yang tak kalah penting merawat secara intensif sejak ditanam hingga umur 3 bulan. Sementara masa panen buah pepaya sudah dapat dilakukan saat tanaman berusia 7 bulan.

Dengan memetik buah pepaya California sekali panen setiap minggu, dapat dihasilkan buah pepaya mengkal, segar sebanyak 2 ton untuk setiap hektarnya. Anda tertarik menjadi wirausaha buah pepaya California, tidak ada salahnya mencoba.  Juga bisa mencoba menanam satu pohon pepaya di pekarangan Anda.

About these ads