Salah satu pertanyaan dalam isian formulir saat ingin mendonorkan darah adalah, ” Apakah Anda bersedia mendonorkan darah di bulan puasa? ” Tentu saja pertanyaan itu sudah lama sekali sehat dengan puasa hadapi saat ingin mendonorkan darah. Pertanyaan dalam formulir itu saya jawab ya yang artinya dalam kondisi darurat ketika diminta saya menjadi donor darah di bulan puasa harus siap mendonorkan darahnya. Tentu saja saya nyatakan siap jika saat mendonorkan darah, aksi mulia donor terakhir yang saya lakukan sudah menginjak bulan ke -3 sebagai syarat seseorang bisa diambil lagi darahnya.

Pertanyaan itu sehat dengan puasa baca lalu ditandatangani saat mengisi formulir donor darah di Markas Alumni Sekolah Tionghoa di Jalan Batutulis, Jakarta Pusat Sabtu ( 26/6 ). Dengan kondisi itu, berarti di bulan September atau awal Oktober nanti sehat dengan puasa baru bisa kembali mendonorkan darah. Jadi dalam bulan puasa Agustus 2011 ini belum diperbolehkan mendonorkan darah karena jarak minimal mendonorkan darah belum mencapai syarat minimal yaitu 3 bulan. OK… tak mengapa jika di bulan mulia penuh ampunan dan Rahmat Sang Khalik, saya tidak mendonorkan darah.

Tentu sahabat yang belum pernah mendonorkan darah akan bertanya, kenapa darah kita perlu dikeluarkan dalam aksi donor darah? Terus terang saya jawab bahwa manfaat dari melakukan donor darah sudah saya peroleh selama ini sejak mendonorkan darah pertama kali tahun 1987. Dari sekian manfaat dari mendonorkan darah adalah di samping menjadi kegiatan sosial yang dapat menyelamatkan jiwa manusia, melakukan donor darah juga bisa memberikan kualitas kesehatan yang lebih baik bagi pendonor.

Menjadi pendonor darah akan menambah stok darah, sebagaimana diungkap dalam Ragam Klasika Kompas, Senin ( 1/8 ). Disebutkan melalui kegiatan donor darah, jumlah ketersediaan darah diharapkan dapat mencapai angka idel yang telah ditetapkan oleh World Health Organization ( WHO ), yaitu minimal dua persen dari jumlah penduduk. Sebagai negara berkembang dan mempunyai jumlah penduduk hampir mencapai sekitar 240 juta, Indonesia idealnya memiliki stok darah sebanyak 4,5 juta sampai 4,8 juta kantong darah. Yang tersedia sampai akhir Juni 2011 adalah 60 persen dari jumlah idealnya.

Sejumlah mitos mengatakan bahwa donor darah membuat tubuh gemuk bagi wanita. Itu tidak benar, karena tidak ada korelasi antara donor darah dengan kegemukan. Mbak Cantik ini gemuk tubuhnya karena malas berolahraga.

Lantas manfaat apa yang sebenarnya bisa dipetik dari pelaku pendonor darah bagi kesehatan fisiknya? Tentu saja sehat dengan puasa jawab dengan sejujurnya bahwa apa yang telah saya alami sampai saat ini tidak menimbulkan kekhawatiran berarti bagi kondisi fisik saya. Justru dengan semakin sering mendonorkan darah minimal 3 bulan sekali, akan sangat bermanfaat untuk kesehatan fisik. Setidaknya ada empat manfaat kesehatan bagi mereka yang royal mendonorkan darahnya.

( 1 ) Menjaga kesehatan jantung pendonor karena sudah menjadi gaya hidup sehat sebagai pilihan dalam keseharian untuk hidup lebih baik. Darah sebagaimana kita ketahui bersama saat belajar ilmu hayat, mengandung kadar zat besi yang jika kadarnya tinggi akan membuat rentan terhadap penyakit jantung. Singkat kata tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Saat kita rutin tanpa terpaksa mendonorkan darah, maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Artinya menurunkan risiko penyakit jantung, mengingat zat besi berlebihan dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol.

( 2 ) Dengan rutin mendonorkan darah, pendonor juga akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Menjadi donor darah juga salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Memberikan sekitar 250 – 450 ml darah akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650.

( 3 ) Menjadi donor darah berpengaruh positif bagi kesehatan psikologis seserorang. Berdasarkan sebuah penelitian, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar. Donor darah juga bisa menjadi mendeteksi penyakit serius.

( 4 ) Saat akan mendonorkan darah, maka pendonor darah akan diperiksa kondisi tubuhnya lebih dulu mencakup tekanan darah dan kadar hb darahnya. Dengan prosedur standar bagi calon pendonor darah dapat mengetahui hasil pemeriksaan awal tadi, maka hal ini baik bagi pendonor untuk lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan sendiri. Selain itu syarat pendonor darah jika dimulai sejak usia 18 tahun hingga 60 tahun, adalah periode baik untuk take action mendonorkan darahnya secara rutin. Dengan mendonorkan darahnya secara rutin diharapkan kulitas kesehatan seseorang akan meningkat.

Tidak ada alasan Anda takut akan jarum suntik saat akan mendonorkan darah. Sakit jarum suntik toh sebentar saja efeknya. Effek yang lebih baik bagi pendonor adalah menjaga kesehatan jantung dan menstimulasi regenerasi sel darah baru. Dengan mendonorkan darah, seseorang akan mendapatkan pasokan darah baru yang dikeluarkan oleh tubuh.

Yang menarik dari dikeluarkannya darah pendonor sebanyak 250 – 450 cc darah, produksi sel darah baru akan terangsang karena jumlah darah keseluruhan dalam tubuh berkurang. Karena berkurangnya jumlah darah membuat sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah. Effeknya, tanpa kita sadari setelah mendonorkan darah, seseorang akan mendapatkan pasokan darah baru yang dikeluarkan tubuh. Dengan memberi berarti menerima juga.

About these ads