Siang hari begitu terik udara Probolinggo. Maklum saat itu sedang masuk musim kemarau panjang. Tak terasa dengan sering minum teh manis dingin menyebabkan beberapa sahabat yang menyertai perjalanan kali ini terserang radang hidung dan tenggorokan. Gangguan ini cukup serius manakala mendengarkan suara sahabat yang keluar dari mulutnya bernada serak. Sehat dengan kundalini reiki pun juga mengalami ganguan sama dengan seringnya mengelap hidung karena ingus yang keluar. Ah…jangan-jangan ini serangan flu mengingat udara sangat terik di siang hari dan malam hari sangat dingin sehingga kekebalan tubuh menurun.

Sehat dengan kundalini reiki pun mulai mengevaluasi kegiatan kali ini dan menyadari bahwa hampir setiap orang pernah mengalami gejala radang sebagai tanda adanya infeksi di organ tubuh tertentu. Jelas gejala ini tidak pandang usia, bisa terkena kepada siapa saja, baik balita sampai orang dewasa. Radang hidung dan tenggorokan adalah jamak terjadi pada kasus peradangan. Terkadang kita menganggap sepele karena bukan penyakit kronis yang menyita perhatian. Tapi nanti dulu…jangan aggap remeh penyakit ini, apalagi saat itu sedang ada flu babi yang sudah masuk Indonesia dan menyebabkan penderita masuk rumah sakit  diantaranya ada yang telah meninggal dunia.

Perlu diperhatikan bahwa gejala radang jika terjadi dalam waktu lama dan dibiarkan berlarut-larut dapat mengarah timbulnya penyakit kronis seperti kanker. Menurut dr. Li Sheng Chao dari Klinik Chong San sekitar 86% dari seluruh penduduk dunia pernah mengalami radang hidung dan tenggorokan dengan gejala radang berat maupun ringan.

Mangga cengkir daging buahnya manis berserat dan kenyal.

Radang tenggorokan dapat disebabkan oleh faktor internal dari tubuh sendiri dan faktor eksternal melalui lingkungan hidup sekitar yang tidak bersih dan sehat. Dalam tubuh sendiri terjadi akibat sistem imun yang menurun. Kekebalan tubuh menurun pada akhirnya tubuh mudah terkena virus atau bakteri dengan gejala awal influenza. Flu sendiri dapat menular dengan cepat apabila tidak ditangani secara tuntas.

Mangga kweni daging buahnya manis berserat sering menyebabkan tenggorokan gatal.

Alergi sendiri turut menjadi faktor pencetus terjadinya radang. Faktor lingkungan dapat memicu terjadinya alergen, infeksi, polusi, dan aktivitas fisik terlalu berlebihan. Termasuk di sini pencetus alergi dari orang tua kepada bayinya. Faktor lingkungan yang kerap menjadi penyebab radang tenggorokan dan hidung termasuk alergi itu sendiri. Lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja sering terkena polusi seperti asap dan debu mudah menyebabkan radang, termasuk di sini asap rokok yang bisa menjadikan seseorang menjadi perokok pasif bila berada di lingkungan orang-orang yang merokok.

Dr. Li menjelaskan satu faktor pencetus terjadinya radang ialah lewat makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Disadari bahwa kita sering makan pedas termasuk di sini camilan dan gorengan. Bila tubuh tidak fit kandungan lemak dan pedas dari makanan tadi bisa menimbulkan gatal yang lalu beralih menjadi radang tenggorokan. Akibat radang tenggorokan berpengaruh pula terjadinya radang hidung. Ditambah kebiasaan minum dingin di saat cuaca panas, turut menambah risiko terkena radang tenggorokan.

Kalau begitu pantas apa yang tengah menimpa kami saat berada di Probolinggo. Kebiasaan makan buah mangga kweni, arummanis dan manalagi di habitat aslinya memang enak di siang hari yang panas terik ini. Namun disadari pula bahwa dengan makan buah segar Mangga Kweni yang berserat, dapat menyebabkan tenggorokan gatal sehingga suara jadi parau. Apakah ini karena getah buah mangga ini?

Berdasarkan info Departemen Kesehatan melalui situs http://www.depkes.go.id terdapat temuan dari Walter H.Lewis dalam buku Medical Botani, bahwa bakteri streptococcus pyogenes sebagai penyebab infeksi tenggorokan. Demam muncul akibat pembengkakan pada kelenjar getah bening diiringi sakit kepala dan sakit otot. Radang tenggorokan mungkin meluas menjadi radang telinga (ototis).

Menyadari bahwa radang kedua organ dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan mempengaruhi pula organ lainnya utamanya kelima panca indera. Untuk itu perlu tindakan pencegahan seperti melaksanakan pola makan sehat,meningkatkan daya tahan tubuh kita dengan rajin berolahraga dan yang tak kalah pentingnya istirahat cukup. Jika sudah terjadi radang tindakan pengobatan adalah segera berobat ke ahli medis spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan.

Sumber : Kesehatan akhir pekan (diedit)

About these ads