Dua Fosil kerangka binatang purbakala yang berasal dari zaman sebelum masa kemunculan manusia di muka bumi ini ditemukan di Afrika Selatan. Fosil kerangka dari spesies hewan tak dikenal ini akan dipamerkan untuk pertama kalinya di Kota Maropeng sekitar 40 kilometer dari Ibukota Johannesburg.

Pakar purbakala dari Universitas Witwatersrand Afrika Selatan, Profesor Lee Berger mempublikasikan penemuan fossil spesies hewan baru yang kemungkinan adalah mata rantai yang hilang dalam sejarah evolusi manusia. Tim purbakala yang beranggotakan 60 ilmuwan mengungkapkan fossil hewan purbakala yang dinamakan Australopithecus Sediba, memiliki ciri fisik layaknya seperti manusia.

Salah satu fosil kerangka hewan purba, Mamut adalah genus gajah purba yang telah punah. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada gajah normal yang ada di dunia saat ini. Gadingnya melingkar membentuk kurva ke arah dalam dan, dalam spesies utara, dengan rambut panjang. Mereka hidup dalam epos Pleistocene sejak 1,6 juta tahun lalu sampai sekitar 10.000 tahun lalu. Kata mamut berasal dari bahasa Rusia мамонт.

Salah satu fosil kerangka hewan purba, Mamut adalah genus gajah purba yang telah punah.

Kalangan ilmuwan Afrika Selatan meyakini spesies manusia berevolusi dari Australopithecus sekitar dua juta tahun lalu sebelum masa kemunculan manusia. Presiden Afrika Selatan Kgalema Motlanthe menyatakan penemuan purbakala ini membuktikan salah satu teori yang menyebutkan bahwa manusia berasal dari benua Afrika.

Penemuan langka ini juga membuka perspektif baru bagi studi tentang evolusi manusia. Sementara itu Universitas Witwatersrand mengumumkan perlombaan bagi anak-anak Afrika Selatan untuk menamakan hewan purbakala yang diperkirakan mati di usia 11 tahun. Fossil kerangka hewan purbakala ini akan dipamerkan secara umum dalam beberapa hari mendatang di Kota Maropeng, pinggiran Ibukota Johanesburg.

Sumber : Reuters/Garit/South Africa-Fossil Discovery.

About these ads