Sampai saat ini San Marino, sebuah negara kecil di sebelah utara Italia, mengklaim dirinya sebagai negara terkecil ketiga di dunia. Namun sekitar 40 tahun silam dua bekas negara di Mikronesia yaitu Nauru dan Tuvalu telah menggeser San Marino dan mendorongnya ke posisi lima dalam daftar negara-negara terkecil.

Dengan luas hanya 21 kilometer persegi, Nauru merupakan negara pulau terkecil di dunia dan negara terkecil ketiga secara umum. Terletak 3890 km sebelah timur Australia, wilayah ini sebelumnya dikenal sebagai Pleasant Island. Sebagaimana dirilis oleh Situs GeoWeek yang dipublikasikan Kompas menyebutkan Jerman menganeksasi Nauru pada tahun 1888, hanya beberapa waktu sebelum wilayah itu ditemukan kandungan fosfat yang sangat besar.

Nauru – 8,5 mil persegi – Sekitar 13.000 warganya sangat bergantung kepada deposit fosfat yang semakin hari semakin menyusut. Negara ini merdeka pada tahun 1968 dan sebelumnya dikenal sebagai Pleasant Island.

Setelah Perang Dunia I, Nauru menjadi protektorat Liga Bangsa-bangsa dan operasi pertambangan di wilayah itu di bawah pengawasan Komisi Fosfat Inggris. Ketika Nauru memproklamasikan kemerdekaannya tahun 1968, penghasilan dari pertambangan fosfat membuat penduduknya menjadi penduduk dengan pendapatan per kapita yang tertinggi di dunia. Meskipun demikian, pada era 1990-an, kandungan fosfat di Nauru menipis dan membuat negara pulau itu mengalami keguncangan ekonomi dan lingkungan. Sedangkan Tuvalu, negara yang terdiri dari sembilan pulau dan batu karang di Lautan Pasifik, merupakan negara terkecil keempat di dunia, yang sebelumnya dikenal sebagai Ellice Islands.

Tuvalu memperoleh kemerdekaan dari Inggris tahun 1978. Meskipun rantai kepulauan Tuvalu mencapai luas 579 kilometer, namun wilayah daratannya hanya seluas 26 kilometer persegi. Jumlah penduduknya yang hanya 12.300 orang menjadikan Tuvalu sebagai negara berpenduduk paling sedikit kedua di dunia. Hanya Vatikan saja yang memiliki jumlah penduduk lebih sedikit.

Tuvalu – 9 mil persegi – Tuvalu terdiri dari susunan 9 karang sepanjang rantai karang yang terdapat di Polynesia. Negara ini merdeka pada tahun 1978 dan dihuni sekitar 12.000 warga.

Nauru merupakan sebuah pulau berbentuk oval yang dililit sabuk karang melingkar di dekat pantainya. Dengan tepi pulau yang cenderung terjal bertebing rata-rata 30 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara topografinya berupa plato (dataran luas) sampai setinggi 61 mdpl.

Walau termasuk pulau karang yang berbatu, lapisan tanah Pulau Nauru tergolong subur. Karena hampir 70% plato pulau itu ditutupi lapisan fosfat. Sementara area tanah tersubur terdapat di sekitar laguna (semacam danau kecil) yang terletak di plato wilayah barat daya. Tak jauh dari daerah komunitas Yangor.

Pulaunya persis dilintasi katulistiwa yang lebih condong ke belahan bumi selatan. Hal ini membuat negara Republik Nauru beriklim tropis dengan suhu terendah 24 derajat celcius dan suhu terpanas 34 derajat celcius.

Meningkatnya permukaan air laut merupakan ancaman terbesar bagi Tuvalu. Jika kecenderungan alam saat ini terus berlanjut akibat pemanasan global, bukan tidak mungkin Tuvalu bisa menjadi wilayah yang tidak bisa lagi didiami dalam jangka waktu kurang dari 100 tahun. Tuvalu akan tenggelam dan terhapus dari peta dunia sebagai sebuah wilayah negara terkecil keempat di dunia. Tuvalu akan meninggalkan jejak sebagai bekas permukiman yang pernah ada dan sekarang menjadi tidak ada karena gejala naiknya air laut akibat pemanasan global dan mencairnya es di kutub utara dan selatan bumi.

Sumber : GeoWeek Kompas.
About these ads