Pernahkah Anda mendengar orang sakit hati? Saya kira pengertian sakit hati tidak saja ada di dalam sebuah judul lagu atau puisi tetapi benar ada dalam kehidupan diri kita semua termasuk sehat dengan reiki sendiri. Dalam dunia medis penyakit hati disebut hepatitis yang menyerang hati yaitu organ tubuh yang terdapat dalam rongga perut kanan bagian atas.

Tentu saja organ ini memiliki banyak fungsi beragam seperti untuk fungsi metabolisme tubuh, sintetis dan penetralan zat-zat kimia yang masuk ke dalam tubuh karena asupan makanan, minuman atau obat-obatan yang biasa kita konsumsi setiap harinya. Di Indonesia bila menyebut penyakit hepatitis umumnya yang terpikir ialah penyakit kuning. Mengapa disebut demikian?

Orang awam melihat salah satu gejala penyakit hati adalah timbulnya warna kuning pada kulit kuku dan bagian putih bola mata. Sebelum mengenal gejala-gejala sebaiknya mengenal lebih dulu apa yang dimaksud dengan penyakit hepatitis ini. Sebenarnya penyakit hepatitis terjadi karena peradangan organ hati (lever) yang disebabkan oleh beberapa faktor.

Penyakit hepatitis disebabkan oleh inveksi virus hepatitis. Penyebab lainnya berupa gangguan metabolisme dengan kadar lemak tinggi dalam darah, konsumsi alkohol dan penyakit autoimun akibat kelainan genetik. Komplikasi dengan penyakit lain, efek samping pemakaian obat-obatan maupun hadirnya parasit dalam organ hati (lever) pun mampu menjadi pendorong penyakit hepatitis.

Dalam talk show kesehatan di radio/televisi para pakar kesehatan sering berbicara mengenai virus hepatitis yang beragam jenisnya mulai virus hepatitis A,B,C,D,E dan E. Lalu muncul virus F dan G sebagai virus baru hepatitis yang masih diteliti para ahli virus. Kebanyakan kasus penyakit “kuning” terjadi karena hepatitis A,B dan C.

Bagaimana halnya hepatitis di Indonesia? Kasus penyakit hepatitis yang memiliki jumlah tinggi adalah hepatitis B. Menurut data Depkes di situs ini, sekitar 15 juta penduduk pernah terkena penyakit ini. Dari jumlah belasan juta tadi, sekitar 30-40 persen diantaranya adalah penderita akut menahun yang membutuhkan pengobatan intensif.

Tentu Anda bertanya seperti apa penyakit hepatitis B ini? Sehat berkat reiki mendapat jawaban dari talk show Liputan 6 bahwa penularan penyakit hepatitis ini melalui perantaraan darah penderita. Penularan bisa lewat transfusi darah dan penggunaan jarum suntik secara bergantian. Yang sering terjadi kasus hepatitis B yang ditularkan ibu kepada bayi yang dikandungnya.

Virus penyakit ini tidak bisa dihilangkan karena sudah merusak dan menggabung ke DNA manusia. Yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit menular ini ialah mengurangi gejala dan penderitaan serta mengendalikan virus penyebabnya. Mengenali secara dini penyakit hepatitis adalah langkah bijaksana bagi siapapun untuk tetap bisa hidup sehat dengan baik.

Awalnya si penderita hepatitis belum tentu merasakan gejala spesifik. Keluhan pada umumnya adalah rasa mual, muntah, tidak nafsu makan, lemas, mudah lelah, stamina menurun dan keinginan tidur yang berlebihan. Nafsu makan buruk dan nyeri ulu hati sering dijumpai pada hepatitis akut atau kronis yang berkembang menjadi sirosis ditambah demam berkepanjangan pada penderita.

Gejala fisik bagi penderita adalah mudah dilihat dengan adanya urine berwarna gelap, feses berwarna putih sedangkan kuku, kulit dan bagian putih mata berwarna kuning. Perut bagian atas membesar dan penurunan berat badan terjadi pada penderita ini. Seandainya kita sering mengalami gejala tadi sebaiknya kita melakukan pendeteksian secara dini dengan memeriksakan kasus ini ke dokter serta pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jenis hepatitis yang dideritanya.

Pemeriksaan penunjang sebaiknya juga dilakukan dengan tindakan USG untuk mengetahui letak kelainan ataupun menilai parah tidaknya penyakit ini. Pencegahan dini misalnya upaya hidup bersih dengan menjaga kebersihan fisik dan lingkungan tempat tinggal. Pola makan yang sehat dan olah raga secara teratur juga diperlukan untuk menjaga stamina.

Dari sisi medis mampu menjadi penunjang yang baik untuk mencegah virus hepatitis.Pemberian imunisasi sejak anak usia 2 tahun untuk hepatitis A dan B mampu mencegah dari gangguan penyakit ini. Tidak berlebihan bila hepatitis mampu dicegah sejak awal dengan mengatur pola hidup sehat dan bersih. Tentunya sehat secara medis dan sehat secara spiritual melalui Reiki.

Sumber : Gaya hidup sehat akhir pekan Minggu 10 Mei 2009 ( telah diedit)

About these ads