Hari Minggu lalu sehat dengan kundalini reiki bersama tim liputan progama ibukota berkesempatan mengunjungi pabrik tahu di pinggiran kota Jakarta dan mengamati proses pembuatan tahu langsung di pabriknya. Tentu Anda semua kenal bahwa tahu sebagai salah satu jenis lauk pauk pelengkap makan mudah ditemui di seantero Jakarta, termasuk juga di kota Anda sendiri barangkali dan selalu hadir di meja makan setiap hari.

Keberadaan tahu hingga kini masih tetap digemari masyarakat mulai dari tingkatan sosial rakyat hingga pejabat, betul bukan? Nah…sebelum tahu-tahu tadi dikonsumsi ternyata makanan yang berasal dari kedelai ini mengalami proses pembuatan cukup unik dan menarik. Menariknya apa? Ayo sehat dengan kundalini reiki ajak Anda melihat ke pabriknya sambil mencicipi tahu di tengah udara mendung kota Jakarta.

Siapa yang tidak kenal tahu? Makanan yang biasanya dijadikan lauk pauk dan makanan selingan ini selain harganya murah meriah juga digemari oleh masyarakat banyak. Tahu yang dikonsumsi ini memiliki berbagai jenis nama dan macamnya. Ada tahu Bandung, tahu China, tahu Jambi, tahu Goreng dan tahu Sumedang.

Beda antara tahu goreng dan tahu Sumedang adalah pada tahu goreng sering digunakan untuk sayur sedangkan tahu Sumedang umumnya langsung dimakan dengan cabai rawit sebagai bumbu selingan. Tapi dari rasa tadi tahukah Anda bagaimana proses pembuatan tahu ini? Umumnya proses pembuatan tahu ini cukup sederhana dan tradisionil.

Industri pabrik tahu merupakan industri yang di bilang cukup tradisional, walaupun ada sebagian yang sudah dikerjakan dengan alat – alat modern, tapi sebagian besar pabriik tahu di Indonesia masih menggunakan alat –alat tradisional.

Awalnya kedelai sebagai bahan baku tahu dicuci dan direbus. Setelah kedelai masak atau empuk , kedelai-kedelai ini digiling dengan menggunakan penggiling hingga menjadi lembut yang diistilahkan aci. Selanjutnya aci ini direbus kembali dan hasil rebusan yang kedua kali ini diendapkan untuk selanjutnya di saring, dicetak serta didinginkan.

Proses mencetak tahu dalam wadah ukuran bujur sangkar atau empat persegi panjang. Setelah keras tahu dikeluarkan dari cetakan.

Selesai proses ini barulah tahu-tahu ini dapat digoreng. Untuk jenis tahu Bandung proses pembuatannya sama saja namun agar tahu ini mempunyai warna khas sebagai tahu Bandung maka ditambahkan pewarna asli dari kunyit. Kunyit yang sudah bersih ditumbuk hingga halus kemudian diletakkan ke dalam kain penyaring. Kemudian kain penyaring ini dimasukkan ke dalam air rebusan hingga air rebusan berwarna kuning kunyit.

Tahu yang telah dicetak dimasukkan dan direbus kembali hingga tahu berubah warna menjadi kuning kunyit. Tahu yang sudah menyerap warna kuning kunyit ini lalu diangkat dan didinginkan. Akhirnya tahu pun siap dipasarkan ke konsumen penggemar tahu baik di desa atau di kota. Ampas dari sisa pembuatan tahu ini bisa digunakan untuk ternak sapi.

Menurut Haji Dindin salah seorang perajin tahu mengatakan bahwa kedelai yang digunakan sebagai bahan baku tahu merupakan kedelai import yang didatangkan dari Amerika. Sebenarnya kedelai dalam negeri pun tidak kalah mutunya dibandingkan dengan kedelai import dari Amerika ini.

Pabrik tahu milik Pak Haji yang didirikan sejak tahun 1989 ini memproduksi hingga 400 tahu goreng dan tahu Bandung per hari. Dari produksinya ini tahu-tahu tersebut dipasarkan ke beberapa pasar tradisional di Jakarta. Saat ini harga di pasaran untuk satu potong tahu goreng dihargai 150 rupiah per potong, sedangkan untuk tahu Bandung 400 rupiah per potong.

Pertanyaan sehat dengan kundalini reiki kepada pembaca semua, “Sudahkan untuk hari ini saja Anda mengkonsumsi tahu sebagai lauk pauk ataukah Anda juga sering masak sayur tahu sebagai menu harian yang terhidang di meja makan?”

About these ads